Layanan kereta cepat Whoosh dinilai telah mengubah budaya perjalanan masyarakat di koridor Jakarta–Bandung. Perjalanan yang sebelumnya identik dengan menginap kini dapat ditempuh pulang-pergi dalam satu hari.
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menyebut, perubahan perilaku penumpang menjadi salah satu capaian penting selain pertumbuhan bisnis.
“Kalau dulu orang dari Jakarta ke Bandung pasti minimal bawa koper dan menginap. Sekarang tidak perlu. Setengah jam sudah sampai, siang bisa makan di Jakarta, sore kembali lagi,” ujarnya kepada Olenka (14/02/2026).
Menurutnya, manfaat terbesar dirasakan para pekerja komuter. Bahkan, ia mengaku pernah didatangi seorang pegawai BUMN yang menyampaikan apresiasi secara langsung.
Baca Juga: KCIC Targetkan 6,5 Juta Penumpang Whoosh Tahun Ini
“Ada pegawai BUMN yang datang dan bilang terima kasih. Sekarang dia tidak perlu kos dan meninggalkan anak kecilnya di Bandung. Setiap hari bisa kerja di Jakarta dan pulang bertemu keluarga. Itu bagi kami adalah benefit yang luar biasa,” katanya.
Sejak beroperasi penuh Oktober 2023, Whoosh telah melayani sekitar 6,2 juta penumpang per tahun dan ditargetkan tumbuh minimal 5% menjadi lebih dari 6,5 juta penumpang pada 2026.
Dari sisi tarif, KCIC mengawali dengan harga Rp150.000 setelah masa uji coba gratis. Kini tarif pada periode sibuk bisa mencapai Rp300.000.
Baca Juga: Mengenal Kereta Kilat Pajajaran Besutan KDM yang Digadang-gadang Menjadi Saingan Whoosh
“Kami menerapkan dynamic pricing. Saat hari sibuk tarif lebih tinggi, saat weekday lebih rendah. Dengan peningkatan pelayanan di stasiun maupun di atas kereta, penumpang tetap tumbuh,” jelas Dwiyana.
Kinerja keuangan pun menunjukkan perbaikan. Pendapatan tumbuh hingga 19% pada 2025, dengan EBITDA yang disebut meningkat hampir dua kali lipat.
Selain itu, KCIC terus membangun ekosistem pendukung, termasuk akses jalan ke Stasiun Karawang dan pengembangan ritel di Stasiun Halim.
Baca Juga: Ikut Arahan Presiden, Menkeu Purbaya Ikhlas APBN Tanggung Utang Whoosh?
“Kami meyakini di setiap stasiun, kawasan sekitarnya akan berkembang. Ini memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi regional,” ujarnya.
Melalui kerja sama distribusi digital dengan Trip.com Group, KCIC juga membidik peningkatan wisatawan mancanegara yang saat ini menyumbang sekitar 7% dari total penumpang.
“Kami ingin terus memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya Jakarta–Bandung, karena Whoosh benar-benar mengubah budaya perjalanan,” tutupnya.