Menjalani Ramadan di tengah kemacetan, tekanan pekerjaan, serta distraksi digital yang tak berhenti menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat urban. Aktivitas yang tetap berjalan normal saat berpuasa kerap membuat energi cepat terkuras dan emosi lebih mudah naik turun jika tidak dikelola dengan baik.
Menjawab dinamika tersebut, AQUA menghadirkan inisiatif #TemanAdemRamadan sebagai ajakan menjaga keseimbangan fisik sekaligus ketenangan hati selama bulan suci. Kampanye ini diperkenalkan melalui acara “Ngadem Sore Bareng AQUA” di The Goods Diner, Jakarta Pusat.
Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala, menilai Ramadan kini dijalani dalam situasi kehidupan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Nutella Ajak Keluarga Indonesia Berbagi Berkah
“Kami memahami bahwa ibadah Ramadan dijalani di tengah tantangan fisik dan emosional yang nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kampanye tahun ini tidak hanya berbicara soal manfaat hidrasi secara fungsional.
“Kita ingin melangkah lebih jauh dari sekadar memberikan fungsional benefit, dari sekadar memberikan hidrasi. Kita ingin menyentuh emosional,” kata Adisti.
Baca Juga: Data Blibli: Permintaan Busana Muslim Meningkat Tajam saat Ramadan
Menurutnya, konsep “adem” terinspirasi dari pengalaman konsumen yang merasakan kesejukan saat mengonsumsi AQUA. Nilai tersebut kemudian diperluas menjadi simbol ketenangan dalam menghadapi dinamika Ramadan.
Sebagai bagian dari kampanye, AQUA meluncurkan kemasan edisi khusus Ramadan yang memuat 45 kutipan reflektif. Label ini dirancang untuk menyampaikan pesan positif yang dekat dengan keseharian masyarakat. Selain itu, dihadirkan pula “Teras Adem” sebagai ruang singgah dan rehat bagi pengunjung.
Dalam sesi diskusi, Muhammad Assad mengingatkan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga.
Baca Juga: Catat! Ini Tren Perawatan Kecantikan Ramadan–Lebaran 2026: Glowing Instan Mulai Ditinggalkan
“Ramadan bukan hanya soal menahan haus dan lapar, tetapi melatih jiwa agar tetap tenang dan sabar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ketenangan hati merupakan esensi ibadah Ramadan. “Esensi Ramadan ini adalah bulan yang adem,” katanya, seraya menekankan pentingnya menjaga lisan dan mengendalikan amarah.
Sementara itu, Vebby Palwinta membagikan pengalamannya menjaga kondisi tubuh dan emosi selama berpuasa. Ia mengakui ritme harian berubah saat Ramadan.
“Kalau mulai pusing atau gampang tersinggung, biasanya karena kurang cairan dan kurang jeda,” ujarnya.
Baca Juga: ISMAYA Group Siapkan Pengalaman Buka Puasa Spesial untuk Ramadan 2026
Ia pun menyebut dua hal yang menjadi prioritasnya selama bulan suci. “Yang pertama zikir, yang kedua adalah hidrasi yang maksimal. Hidrasi yang cukup dan berkualitas,” katanya.
Melalui #TemanAdemRamadan, AQUA menghadirkan pendekatan yang menggabungkan aspek fisik dan emosional, sebagai pengingat bahwa menjaga hidrasi dan ketenangan diri menjadi bagian penting dalam menjalani Ramadan secara utuh.