Kelembapan inilah yang menjadi masalah utama. Sprei yang menyerap keringat dan tidak segera diganti akan menjadi tempat ideal bagi bakteri dan mikroorganisme berkembang.
Diketakan dokter Tirta, kondisi semakin buruk jika seseorang langsung berbaring di tempat tidur setelah beraktivitas tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
“Ada juga orang-orang yang habis pulang kerja itu nggak langsung bilas-bilas, langsung tiduran. Nah, itu kan bakteri dari luar rumah terbawa di sprei. Dan akhirnya itu menjadi sarang kutu, jadinya skabies, jamur, bakteri,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa kebersihan sprei bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan kulit.
Penyakit seperti skabies, infeksi jamur, hingga iritasi kulit bisa muncul akibat lingkungan tidur yang tidak higienis.
Sebagai langkah pencegahan, dokter Tirta pun menyarankan untuk rutin mengganti sprei secara berkala.
“Kalau saya sendiri ya, 2–3 minggu lah diganti. Tapi kalau kalian rutin keringatan banget, ya bisa tiap minggu. Jadi, jangan sampai kalian 6 bulan nggak diganti,” tegasnya.
Baca Juga: Habis Makan Langsung Rebahan Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Dokter Tirta