Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tempat tidur, khususnya sprei, yang sering kali dianggap sepele. Padahal, kebiasaan jarang mengganti sprei bisa berdampak langsung pada kesehatan kulit.
Ia pun lantas membagikan pengalamannya melihat kebiasaan yang cukup ekstrem.
“Saya pernah punya teman dan pegawai yang sprei-nya itu setengah tahun nggak diganti. Sprei yang jarang diganti akan menyebabkan penyakit kulit. Ini fakta,” ungkap dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (24/3/2026).
Menurut dokter Tirta, kondisi tersebut masih sering ditemukan, terutama pada anak kos atau mereka yang tinggal sendiri. Kebiasaan ini bahkan ia soroti secara khusus.
“Ini adalah hal yang menurutku patut dikritisi, terutama buat cowok-cowok yang hobinya nggak pernah ganti sprei ketika ngekos. Parah,” kata dokter Tirta.
Penjelasannya cukup sederhana, namun sering luput dari perhatian. Menurut dokter Tirta, saat tidur, tubuh manusia tetap aktif, termasuk mengeluarkan keringat dan membakar kalori.
Hal ini membuat tubuh kehilangan cairan, yang menjadi salah satu alasan mengapa seseorang bisa merasa lemas saat bangun tidur.
“Ketika kita tidur, kita itu juga membakar kalori. Makanya, ketika bangun tidur, kita terasa lemas. Nah, keringat tersebut kan nempel di kasur yang otomatis akan menjadi lembap dan akhirnya menjadi sarang bakteri,” jelasnya.
Baca Juga: Tips Mudik Tetap Fit saat Lebaran ala Dokter Tirta
Kelembapan inilah yang menjadi masalah utama. Sprei yang menyerap keringat dan tidak segera diganti akan menjadi tempat ideal bagi bakteri dan mikroorganisme berkembang.
Diketakan dokter Tirta, kondisi semakin buruk jika seseorang langsung berbaring di tempat tidur setelah beraktivitas tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
“Ada juga orang-orang yang habis pulang kerja itu nggak langsung bilas-bilas, langsung tiduran. Nah, itu kan bakteri dari luar rumah terbawa di sprei. Dan akhirnya itu menjadi sarang kutu, jadinya skabies, jamur, bakteri,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa kebersihan sprei bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan kulit.
Penyakit seperti skabies, infeksi jamur, hingga iritasi kulit bisa muncul akibat lingkungan tidur yang tidak higienis.
Sebagai langkah pencegahan, dokter Tirta pun menyarankan untuk rutin mengganti sprei secara berkala.
“Kalau saya sendiri ya, 2–3 minggu lah diganti. Tapi kalau kalian rutin keringatan banget, ya bisa tiap minggu. Jadi, jangan sampai kalian 6 bulan nggak diganti,” tegasnya.
Baca Juga: Habis Makan Langsung Rebahan Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Dokter Tirta