Melalui aplikasi Jenius, pengguna bisa menambahkan hingga lima kartu tambahan (S-Card). Kartu ini bisa diberikan kepada orang lain atau bahkan untuk diri sendiri sebagai cadangan.
“Jadi ke luar negeri saya bawa dua kartu. Satu kartu utama, satu kartu tambahan yang memang saya issue buat cadangan. Saya taruh di koper, barengan paspor. Jadi kalau kartu utamanya kenapa-napa, saya masih ada,” jelasnya.
Febri pun mengaku sengaja tidak menggunakan kartu dari bank lain demi memaksimalkan perolehan poin dalam satu ekosistem.
“Kenapa saya nggak pakai bank lain? Bukan limitnya nggak ada. Saya yang ngumpulin poinnya. Nanti poinnya pecah-pecah, pusing lagi, nggak bisa dimaksimalkan. Jadi saya prefer pakai Jenius,” katanya.
Febri bilang, semua proses pengajuan kartu utama maupun kartu tambahan dilakukan sepenuhnya secara digital melalui aplikasi. Bahkan untuk pemblokiran kartu, tidak perlu menghubungi call center.
Lebih lanjut, Febri memaparkan soal skenario yang lebih rumit, yakni ketika ponsel hilang, karena seluruh kredensial perbankan tersimpan di sana.
“Kalau HP-nya ilang beda cerita. Karena credential banking kan di HP itu ya, di SIM card tersebut. Jadi memang ya hati-hati,” ujarnya.
Meski begitu, Febri menilai Jepang sebagai destinasi yang relatif aman.
“Tapi, Jepang tuh negara yang aman banget. Banyak real story, dompet ilang bisa balik lagi. Ditemuin di kantor polisi, dan itu beneran,” katanya.
Di akhir perbincangan, Febri kembali menegaskan alasannya menyebut Jepang sebagai salah satu destinasi terbaik.
“Makanya tadi saya bilang, ke Jepang itu best banget. Traveling time-nya, udaranya, makanannya, semuanya ada,” pungkasnya.
Baca Juga: Yen Jadi Top Currency, Jenius Tangkap Tren Liburan ke Jepang