Berlibur ke luar negeri memang menyenangkan, namun rasa panik bisa datang seketika ketika kartu debit atau kartu kredit hilang. Terlebih bagi pengguna bank digital yang mengandalkan aplikasi di ponsel. Lantas, apa yang harus dilakukan?
Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, Febri Rusli, membagikan tips praktis agar tetap tenang saat menghadapi situasi tersebut, khususnya bagi pengguna Jenius.
Menurut Febri, kunci pertama adalah tidak panik. Jika kartu hilang, langkah paling cepat adalah melakukan pemblokiran sementara (temporary block) melalui aplikasi.
“Yang pertama, kalau ada kejadian kartu hilang, itu sebenarnya mudah banget sih. Temporary block aja dulu. Sambil dicari. Sabar, pelan-pelan, inget-inget, ngopi dulu tadi kartu ada di mana,” terang Febri, saat acara Media Gathering 'Jenius Jelajah Jepang' di Pan Pacific Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Dikatakan Febri, fitur ini memungkinkan pengguna menghentikan sementara transaksi tanpa harus langsung menutup kartu secara permanen.
Ia melanjutkan, jika dalam satu atau dua hari kartu tak juga ditemukan, barulah lakukan permanent block melalui aplikasi. Kartu pengganti pun akan segera diproses dan dikirim.
“Kalau udah sehari dua hari nyerah, ya udah permanent block. Kartunya langsung akan dikirimkan. Dua hari pasti nyampe,” jelasnya.
Ketika kartu debit diblokir, memang ada keterbatasan untuk menarik tunai. Namun, Febri melihat solusi unik, khususnya di Jepang yang disebutnya memiliki banyak pengguna Jenius dari Indonesia.
“Kalau di Jepang mungkin udah banyak orang Indonesia. Banyak juga yang pakai Jenius. Bisa minta tolong transfer juga,” katanya.
Ia menggambarkan situasi sederhana, seperti bertemu sesama pengguna, lalu mentransfer dana dalam mata uang asing secara gratis antarpengguna Jenius, dan meminta bantuan untuk menarikkan uang tunai.
“Transfer dari Jenius ke Jenius, mata uang asing sama Jenius tuh gratis. Jadi enak,” tambahnya.
Meski begitu, ia tetap mengingatkan agar berhati-hati dan memastikan transaksi dilakukan dengan orang yang terpercaya.
Lebih lanjut, Febri mengaku, saat bepergian ke luar negeri, ia hampir tidak pernah menarik uang tunai lagi. Ia lebih mengandalkan kartu kredit.
“Saya udah lupa kapan terakhir ke luar negeri ngambil cash. Sekarang ke luar negeri nggak butuh cash sih sebenarnya. Tapi kadang-kadang mesti megang aja,” ungkapnya.
Namun, justru karena itu, kehilangan kartu kredit bisa terasa lebih mengkhawatirkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Febri punya strategi khusus, yakni membuat kartu tambahan untuk diri sendiri.
Baca Juga: Jenius Jelajah Jepang: Solusi Keuangan Praktis untuk Liburan ke Negeri Sakura Tanpa Cemas
Melalui aplikasi Jenius, pengguna bisa menambahkan hingga lima kartu tambahan (S-Card). Kartu ini bisa diberikan kepada orang lain atau bahkan untuk diri sendiri sebagai cadangan.
“Jadi ke luar negeri saya bawa dua kartu. Satu kartu utama, satu kartu tambahan yang memang saya issue buat cadangan. Saya taruh di koper, barengan paspor. Jadi kalau kartu utamanya kenapa-napa, saya masih ada,” jelasnya.
Febri pun mengaku sengaja tidak menggunakan kartu dari bank lain demi memaksimalkan perolehan poin dalam satu ekosistem.
“Kenapa saya nggak pakai bank lain? Bukan limitnya nggak ada. Saya yang ngumpulin poinnya. Nanti poinnya pecah-pecah, pusing lagi, nggak bisa dimaksimalkan. Jadi saya prefer pakai Jenius,” katanya.
Febri bilang, semua proses pengajuan kartu utama maupun kartu tambahan dilakukan sepenuhnya secara digital melalui aplikasi. Bahkan untuk pemblokiran kartu, tidak perlu menghubungi call center.
Lebih lanjut, Febri memaparkan soal skenario yang lebih rumit, yakni ketika ponsel hilang, karena seluruh kredensial perbankan tersimpan di sana.
“Kalau HP-nya ilang beda cerita. Karena credential banking kan di HP itu ya, di SIM card tersebut. Jadi memang ya hati-hati,” ujarnya.
Meski begitu, Febri menilai Jepang sebagai destinasi yang relatif aman.
“Tapi, Jepang tuh negara yang aman banget. Banyak real story, dompet ilang bisa balik lagi. Ditemuin di kantor polisi, dan itu beneran,” katanya.
Di akhir perbincangan, Febri kembali menegaskan alasannya menyebut Jepang sebagai salah satu destinasi terbaik.
“Makanya tadi saya bilang, ke Jepang itu best banget. Traveling time-nya, udaranya, makanannya, semuanya ada,” pungkasnya.
Baca Juga: Yen Jadi Top Currency, Jenius Tangkap Tren Liburan ke Jepang