KAI Properti terus mendukung peningkatan kualitas aset perkeretaapian melalui penyelesaian pekerjaan Penataan Stasiun Banyuwangi Kota Tahap 2. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan fasilitas perkeretaapian yang semakin optimal seiring perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Stasiun Banyuwangi Kota merupakan salah satu fasilitas penting dalam mendukung konektivitas perjalanan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Sebelumnya, Stasiun ini dikenal sebagai Stasiun Karangasem dan berganti nama menjadi Stasiun Banyuwangi Kota pada tahun 2019 sebagai bagian dari penguatan identitas stasiun yang berada di kawasan perkotaan Banyuwangi.

Baca Juga: KAI Properti Perkuat Fungsi sekaligus Jaga Karakter Bangunan Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang

Berdasarkan data KAI, aktivitas perjalanan di Stasiun Banyuwangi Kota menunjukkan peningkatan pada Semester I 2026. Total pergerakan pelanggan pada periode tersebut mencapai 505.851 pelanggan, meningkat sekitar 6,44 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebesar 475.259 pelanggan.

Pada Semester I 2026, jumlah pelanggan yang melakukan perjalanan dari Stasiun Banyuwangi Kota tercatat sebanyak 250.039 pelanggan, sedangkan pelanggan yang tiba mencapai 255.812 pelanggan. Sementara pada Semester I 2025, jumlah pelanggan naik tercatat sebanyak 234.930 pelanggan dan pelanggan turun sebanyak 240.329 pelanggan.

Seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan meningkatnya kebutuhan perjalanan, kualitas fasilitas stasiun menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelayanan kepada pelanggan. Penataan fasilitas dilakukan agar aset perkeretaapian dapat terus berfungsi secara optimal serta memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik.

Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas fasilitas stasiun menjadi bagian dari komitmen KAI Properti dalam mendukung pengelolaan aset perkeretaapian yang memberikan nilai manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat.

"Penataan Stasiun Banyuwangi Kota Tahap 2 merupakan bagian dari upaya KAI Properti dalam meningkatkan kualitas aset agar dapat mendukung kebutuhan perjalanan yang terus berkembang. Melalui pekerjaan ini, kami menghadirkan fasilitas yang lebih tertata, nyaman, dan siap menunjang aktivitas pelanggan," ujar Bramantya.

Pekerjaan Penataan Stasiun Banyuwangi Kota Tahap 2 dilaksanakan selama kurang lebih 8,5 bulan. Melalui pekerjaan ini, KAI Properti melakukan peningkatan pada berbagai bagian stasiun, mulai dari struktur bangunan, area overcapping, penataan arsitektur, hingga sistem utilitas pendukung bangunan.

Selain peningkatan pada aspek bangunan, pekerjaan ini juga mencakup penataan fasilitas pengguna seperti peninggian area peron 1 dan 2 dari dari ±40cm dari kop rel menjadi ±100cm, penataan passenger crossing, serta berbagai elemen pendukung lainnya untuk menciptakan ruang pelayanan yang lebih tertata dan representatif.

Melalui penataan tersebut, Stasiun Banyuwangi Kota mengalami peningkatan dari sisi kualitas ruang, tampilan bangunan, serta kesiapan fasilitas pendukung perjalanan. Hal ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset perkeretaapian agar mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Ke depan, KAI Properti akan terus menjalankan perannya dalam pengelolaan dan pengembangan aset melalui berbagai pekerjaan konstruksi serta peningkatan fasilitas yang mendukung ekosistem perkeretaapian. "KAI Properti akan terus menghadirkan pengelolaan aset yang berkualitas melalui pembangunan dan penataan fasilitas yang mengutamakan fungsi, kenyamanan, serta keberlanjutan," tutup Bramantya.