Dalam mendukung kesiapan infrastruktur Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, KAI Properti melaksanakan pemeliharaan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta sepanjang 513,926 kilometer. Pemeliharaan mencakup 15 resor di wilayah Jabodetabek dengan melibatkan sebanyak 78 pekerja. 

Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan bahwa pemeliharaan infrastruktur secara rutin diperlukan untuk menjaga kondisi dan kesiapan jaringan sesuai dengan kebutuhan operasional kereta api.

Baca Juga: KAI Properti Bangun Selasar Penghubung 250 Meter Integrasikan Kawasan Karet–BNI City

"Operasional kereta api didukung oleh berbagai infrastruktur yang harus dijaga kondisinya secara berkelanjutan. Pemeliharaan LAA dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya memastikan sistem elektrifikasi tetap berfungsi dengan baik dan dapat mendukung kebutuhan perjalanan kereta api setiap harinya," ujar Bram, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (7/9/2026). 

Kegiatan pemeliharaan meliputi pemeriksaan kondisi jaringan, perbaikan komponen, serta pengadaan material pendukung ketika diperlukan. Pekerjaan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari sepanjang tahun dengan menyesuaikan pola operasional perjalanan KRL. 

Pemeriksaan kondisi jaringan dilaksanakan pada siang hari, sedangkan pekerjaan perbaikan dilakukan pada malam hari setelah perjalanan KRL selesai beroperasi. Pengaturan waktu tersebut dilakukan agar kegiatan pemeliharaan dapat berjalan tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta api. 

Adapun cakupan wilayah pemeliharaan meliputi 15 resor, yaitu Rangkasbitung, Parung Panjang, Serpong, Tanah Abang, Duri, Jakarta Kota, Pasar Senen, Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), Manggarai, Jatinegara, Cikarang, Pasar Minggu, Depok, Bogor, dan Nambo.

Selain pemeliharaan rutin, KAI Properti juga melaksanakan penggantian 180 isolator EPC pada sejumlah petak jalur KRL Jabodetabek. Hingga saat ini, progres pekerjaan penggantian isolator tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Penggantian dilakukan terhadap isolator yang telah mencapai masa pakai. Isolator merupakan salah satu komponen dalam sistem LAA yang berfungsi sebagai penyekat antara penghantar listrik dan struktur pendukungnya sehingga membantu menjaga keamanan dan keandalan sistem elektrifikasi. 

Bramantya menjelaskan bahwa selain pemeliharaan rutin, penggantian komponen secara bertahap juga diperlukan untuk menjaga kondisi infrastruktur sesuai dengan kebutuhan operasional.

"Setiap komponen memiliki masa pakai dan kondisi yang perlu dipantau secara berkala. Karena itu, selain melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin, kami juga melakukan penggantian terhadap komponen yang telah mencapai masa pakainya. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api," lanjut Bram.

Pekerjaan penggantian isolator dilakukan di sejumlah petak jalur, antara lain Cikoya–Maja, Emplasemen Maja, Daru–Tenjo, Pondok Ranji–Jurangmangu, Sudimara–Rawabuntu, Tanah Abang–Palmerah, Angke–Kampung Bandan, Buaran–Klender Baru, Cawang–Duren Kalibata, Lenteng Agung–Universitas Pancasila, Universitas Pancasila–Universitas Indonesia, Citayam–Bogor, serta sejumlah lokasi lainnya. 

Melalui pelaksanaan pemeliharaan rutin dan penggantian komponen tersebut, KAI Properti turut menjaga kesiapan jaringan LAA di wilayah Jabodetabek. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen KAI Properti dalam mendukung keandalan infrastruktur perkeretaapian, khususnya sistem elektrifikasi yang menunjang operasional KRL Jabodetabek.

"Kami akan terus memastikan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur dilakukan sesuai dengan kebutuhan operasional, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami berharap upaya ini dapat terus mendukung kesiapan infrastruktur dalam menunjang operasional perjalanan kereta api," tutup Bram.