3. Pola Makan

Makanan tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan, seperti kue manis, roti putih, serta minuman bergula, dapat berkaitan dengan memburuknya jerawat pada sebagian orang.

Produk susu dan suplemen protein whey juga diduga menjadi pemicu bagi individu tertentu, terutama mereka yang rutin mengonsumsi suplemen protein setelah berolahraga.

Namun, pemicu makanan berbeda pada setiap orang. Hindari langsung menghilangkan kelompok makanan tertentu dari pola makan tanpa alasan yang jelas. Jika mencurigai adanya hubungan antara makanan dan jerawat, konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan besar.

4. Produk Skincare dan Kosmetik

Produk perawatan kulit atau kosmetik tertentu dapat menyumbat pori-pori dan memicu acne cosmetica, yaitu jerawat yang berkaitan dengan penggunaan kosmetik.

Perhatikan apakah jerawat mulai muncul setelah mengganti alas bedak, pelembap, atau produk skincare lainnya. Paparan polusi dan zat iritan dari lingkungan juga dapat memperburuk peradangan, terutama ketika lapisan pelindung kulit terganggu.

Pilih produk berlabel non-comedogenic yang diformulasikan agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Bersihkan riasan sebelum tidur dan hindari mencoba terlalu banyak produk baru secara bersamaan. Eksfoliasi berlebihan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan iritasi.

5. Kebiasaan Membersihkan Wajah yang Keliru

Wajah berjerawat bukan berarti kurang bersih. Mencuci wajah terlalu sering, menggosok kulit dengan keras, atau menggunakan pembersih yang terlalu kuat justru dapat memperburuk iritasi dan peradangan.

“Jerawat pada orang dewasa bukanlah tanda kebersihan yang buruk. Menggosok wajah atau menggunakan pembersih yang keras justru dapat mengiritasi kulit dan memperparah jerawat,” ujar Dr. Yadav.

Gunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap non-comedogenic, dan tabir surya pada siang hari. Hindari memencet jerawat karena dapat meningkatkan risiko munculnya noda dan bekas luka.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Jerawat yang muncul sesekali mungkin dapat membaik dengan perawatan sederhana. Namun, jika jerawat terasa nyeri, terus berulang, semakin parah, atau meninggalkan bekas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit.

Pemeriksaan juga diperlukan jika jerawat disertai menstruasi tidak teratur atau pertumbuhan rambut berlebih di wajah karena gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan hormonal.

Dokter akan mengevaluasi kondisi kulit dan menentukan penanganan sesuai penyebab serta tingkat keparahannya. Perawatan dapat berupa obat oles atau obat minum yang diresepkan sesuai kebutuhan.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Baca Juga: Bisakah Stres Menyebabkan Jerawat dan Eksim? Ini Penjelasan Dokter