Momentum Ramadan tidak hanya identik dengan persiapan busana Lebaran, tetapi juga mencerminkan perubahan pola konsumsi fesyen masyarakat. Data Blibli menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan selama bulan suci semakin beragam, mencakup busana harian hingga pakaian olahraga Muslim.

Sepanjang Ramadan 2025, permintaan atasan Muslim wanita tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, pakaian Muslim pria dan pakaian Muslim anak perempuan masing-masing mengalami kenaikan hampir 2,5 kali lipat. Pertumbuhan tertinggi justru tercatat pada kategori pakaian Muslim anak laki-laki yang melonjak hampir tiga kali lipat.

Baca Juga: Blibli Hadirkan 'Gaya Raya', Kurasi Fesyen Muslim Brand Lokal untuk Ramadan hingga Lebaran

Minat terhadap hijab juga menunjukkan angka signifikan. Jika seluruh hijab yang terjual selama Ramadan tersebut disambungkan, panjangnya mencapai 18,16 kilometer, setara mengelilingi Stadion Gelora Bung Karno sebanyak 45 kali.

Namun, data tersebut juga mengungkap perubahan pola belanja yang menarik. Ramadan tidak lagi hanya dipandang sebagai momen tampil rapi saat Lebaran. Penjualan baju olahraga Muslim meningkat hampir empat kali lipat, sementara pakaian sehari-hari seperti outerwear naik hampir tiga kali lipat.

Tren ini mengindikasikan bahwa pelanggan ingin tetap aktif, nyaman, dan stylish sepanjang bulan suci, baik saat beribadah maupun menjalani aktivitas harian. Kebutuhan fesyen pun bergeser dari sekadar formalitas perayaan menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih menyeluruh.

Baca Juga: Blibli Perkuat Gudang Marunda dengan Teknologi Terintegrasi

Blibli melihat fenomena ini sebagai refleksi bagaimana masyarakat menjalani Ramadan dengan keseimbangan antara kesehatan, kenyamanan, dan penampilan. Melalui kampanye Ramadan, platform tersebut berupaya menyediakan kebutuhan pelanggan dalam satu ekosistem belanja yang terintegrasi dengan jaminan keaslian produk, pengiriman tepat waktu, serta fasilitas retur.

Data tren ini sekaligus memperlihatkan bahwa industri fesyen Muslim terus berkembang mengikuti dinamika gaya hidup konsumen Indonesia, di mana Ramadan menjadi momentum penting untuk mengekspresikan identitas, aktivitas, dan preferensi fesyen secara lebih luas.