Jejak Politik dan Peran Strategis di Pemerintahan
Keterlibatan Chatib Basri dalam kebijakan publik dimulai ketika ia dipercaya menjadi penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2004–2005. Setelah itu, ia menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan, Deputi Menteri Keuangan untuk G20, sekaligus Penasihat Khusus Menteri Keuangan pada periode 2006–2010.
Peran internasionalnya semakin menonjol saat menjadi Sherpa Indonesia dalam KTT G20 di Washington pada 2008. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada 2010–2012 dan menjadi anggota berbagai kelompok ahli perdagangan internasional yang beranggotakan ekonom-ekonom terkemuka dunia.
Karier politik dan birokrasinya mencapai puncak ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Juni 2012.
Hanya berselang kurang dari setahun, Chatib kembali mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-28 menggantikan Agus Martowardojo yang terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Sebagai Menteri Keuangan pada periode 2013–2014, Chatib berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
Kiprah Global
Dikutip dari profil LinkedIn pribadinya, setelah menyelesaikan tugas sebagai Menteri Keuangan, Chatib Basri semakin aktif di berbagai forum internasional.
Ia pernah menjadi Ash Center Senior Fellow di Harvard Kennedy School pada 2015–2016, Fellow di Centre on Global Transformation University of California San Diego, serta Thee Kian Wie Distinguished Visiting Professor di Australian National University.
Saat ini, ia menjabat sebagai Co-Chair Pandemic Fund dan menjadi anggota berbagai dewan penasihat internasional, termasuk Independent High-Level Expert Group on Climate Finance untuk COP27 dan COP28, Governing Board Lee Kuan Yew School of Public Policy National University of Singapore, Climate Overshoot Commission, World Bank Advisory Council on Gender and Development, serta Group of Eminent Persons OECD Development Centre.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pemikiran dan pandangan ekonominya tidak hanya diperhitungkan di Indonesia, tetapi juga di tingkat global.
Aktif di Dunia Korporasi dan Perbankan
Selain berkiprah di pemerintahan dan dunia akademik, Chatib Basri juga memiliki rekam jejak panjang di sektor korporasi. Ia pernah menjadi komisaris independen di sejumlah perusahaan besar seperti PT Astra International Tbk, PT Astra Otoparts Tbk, PT Semen Gresik, PT Indika Energy Tbk, serta Axiata Group Berhad.
Dikutip dari profil LinkedIn pribadinya, sejak 2016 ia menjabat sebagai Chairman PT XL Axiata Tbk. Sementara di sektor perbankan nasional, ia dipercaya menjadi Vice Chairman of the Board PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada akhir 2019 sebelum kemudian menjabat sebagai Chairman of the Board sejak Februari 2020 hingga saat ini.
Di bidang pembiayaan pembangunan, ia juga pernah memimpin Indonesia Infrastructure Finance sebagai Chairman pada periode 2014–2019.
Tetap Mengabdi sebagai Akademisi
Meski memiliki jadwal yang padat di dunia bisnis dan kebijakan publik, Chatib tidak meninggalkan dunia pendidikan. Ia tetap mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta aktif menulis artikel di media massa, jurnal ilmiah, dan berbagai publikasi ekonomi.
Konsistensinya dalam dunia akademik menjadi salah satu faktor yang membuat pandangannya mengenai ekonomi nasional maupun global selalu mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Kembali Masuk Lingkaran Pengambil Kebijakan
Dikutip dari laman Wikipedia, sejak November 2024 Chatib Basri kembali dipercaya menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional.
Penunjukan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah masih memandangnya sebagai salah satu ekonom yang memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memberikan masukan strategis dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.
Baca Juga: Chatib Basri Beber Cara Menyelamatakan Kelas Menengah dari Jurang Kemiskinan