Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea sedang menjadi sorotan publik setelah pengacara nyentrik itu memutuskan menjadi pengacara Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. 

Keputusan Hotman membela Febrie yang terlibat kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU bikin dirinya banyak dicemooh publik kendati ia mengaku tak mematok tarif dan tak meminta bayaran atas jasa advokasi yang diberikan.

Baca Juga: Kasus Febrie Adriansyah: Hotman Paris Menggiring Opini Sesat!

Publik semakin jengkel ketika Hotman Paris menyeret nama Presiden Prabowo Subianto dalam memberi pembelaan terhadap kliennya. 

Tak hanya itu ia juga menuding klienya dikriminalisasi polisi lantaran penggeledahan yang berujung pada penyitaan uang tunai ratusan miliar dan emas batangan 74 Kilogram hingga penetapan status tersangka buat Febrie tak seizin Presiden Prabowo. Polri kata dia seharusnya izin kepada Prabowo sebab Febrie adalah orang kepercayaan kepala negara. 

Pernyataan-pernyataan kontroversial itu membuat Hotman dikritik berbagai pihak mulai dari anggota DPR hingga pakar hukum. Hotman dinilai sedang menggiring opini sesat dalam membela kliennya. 

Terlepas dari kontroversi dan  keputusan membela Febrie yang oleh banyak pihak dinilai sebagai awal kejatuhan kariernya, namun di pada sisi lain harus diakui bahwa Hotman merupakan salah satu pengacara elite yang sukses mengukir perjalanan karier dengan sangat gemilang. Nama besarnya lumayan disegani lantaran berbagai kasus hukum kakap yang telah ia tangani. 

Latar Belakang Keluarga

Hotman Paris lahir di tengah keluarga sederhana. Anak ke enam dari 10 bersaudara ini lahir pada 20 Oktober 1959 di desa Laguboti, Toba, Sumatera Utara.

Ayah Hotman menjalankan perusahaan bus antarkota bernama Bintang Utara dan sering harus tinggal jauh dari rumah di ibukota Sumatera Utara, Medan. 

Hotman bersama saudara-saudaranya lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang Ibunda di Desa  Laguboti. 

Kendati dari keluarga pas-pasan, namun sejak kecil sang  ibu telah menggembleng Hotman lewat berbagai cara supaya kelak bisa punya kehidupan yang jauh lebih baik.

Awal Karier

Usai menuntaskan pendidikannya di fakultas hukum Universitas Katolik Parahyangan  Bandung, Jawa Barat. Pada 1981, Hotman mencoba peruntungan di Jakarta.

Hotman tak benar-benar memulai kariernya di dunia advokat dan pengacara, justru awal kariernya dirintis di dunia perbankan.  

Nilai akademis yang lumayan bagus membuatnya sempat bekerja di Bank Indonesia, namun ia memilih hengkang karena sadar, dirinya tak bakal jadi orang kaya kalau harus terus bertahan di sana dengan gaji seadanya.

Singkat cerita ia kemudian diterima bekerja di kantor hukum O.C. Kaligis. Ini menjadi pintu masuk yang membawa Hotman menjadi seorang pengacara besar di Indonesia. Berbagai pengalaman berharga ia dapatkan di sana. 

Di kantor O.C Kaligis, Hotman memang tak menetap lama, pada 1982 ia memilih hengkang dan bergabung dengan  firma pengacara senior Adnan Buyung Nasution dan Nasution Lubis Hadiputranto.

Setahun setelahnya, Hotman kembali memilih cabut, kali ini ia pindah ke Makarim & Taira S, sebuah firma hukum perusahaan internasional.

Di firma ini lah Hotman benar-benar menemukan jati dirinya, salah satu peristiwa yang kini masih lekat di kepala banyak orang adalah ketika Hotman berbicara menentang pengacara asing di Indonesia pada tahun 1998. 

Pada 1999 Hotman angkat kaki dari Makarim & Taira S dan mendirikan firma hukum sendiri yakni  Hotman Paris Hutapea & Partners. 

Firma ini spesialis litigasi keuangan dan sengketa. Hotman tangani kasus besar seperti pailit Mayora Indah vs Bankers Trust. Dia wakili klien kaya seperti tycoon lokal dan selebriti yang membuat namanya melambung  dan dikenal masyarakat luas.

Pendidikan

Hotman Paris sempat berambisi untuk berkuliah di Institut Teknologi  Bandung (ITB) namun keinginannya itu kandas karena berbagai alasan. 

Ia kemudian memilih masuk  Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan di Bandung. Meski tak niat masuk dan berkuliah di Universitas tersebut, namun Hotman sukses menuntaskan pendidikannya dalam waktu tiga setengah tahun, ia lulus pada 1981.

Baca Juga: Fakta-fakta Terbaru Kasus Febrie Adriansyah: Status Hukum hingga Kontroversi Hotman Paris

Hotman kemudian melanjutkan pendidikan S2 Hukum di University of Technology Sydney tahun 1990, dan S2 lagi di Universitas Gadjah Mada tahun 2006. 

Pada 2011, dia dapat gelar doktor dari Universitas Padjadjaran. Pendidikan ini bikin dia jadi pengacara hebat di bidang bisnis internasional.