Nama ekonom senior, Chatib Basri, kembali menjadi sorotan publik setelah namanya ramai disebut dalam berbagai spekulasi terkait posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Meski pemerintah telah membantah kabar adanya pergantian menteri, mantan Menteri Keuangan tersebut tetap menarik perhatian karena rekam jejaknya yang panjang di bidang ekonomi dan pemerintahan.
Tak hanya dikenal sebagai ekonom, Chatib juga memiliki pengalaman sebagai akademisi, peneliti, hingga pemimpin di sejumlah perusahaan besar.
Lantas, bagaimana perjalanan karier dan kiprahnya hingga menjadi salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia? Dikutip dari berbagai sumber, Senin (8/6/2026), berikut Olenka ulas lebih lanjut.
Latar Belakang Keluarga
Muhammad Chatib Basri merupakan ekonom, peneliti, dan profesional Indonesia yang lahir pada 22 Agustus 1965. Ia dikenal sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia dengan keahlian utama di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.
Dikutip dari laman Wikipedia, Chatib Basri lahir dari keluarga perantau Minangkabau. Ayahnya, Chairul Basri, berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat dan merupakan kakak dari sastrawan ternama Asrul Sani.
Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia seni dan sastra membuat Chatib muda justru lebih tertarik pada politik, kesusastraan, dan kesenian dibandingkan ekonomi.
Ketertarikannya terhadap dunia seni bahkan membawanya terlibat dalam sejumlah pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan hidupnya yang jarang diketahui publik, mengingat ia kemudian dikenal sebagai ekonom dan teknokrat.
Menempuh Pendidikan hingga Meraih Gelar Doktor di Australia
Dikutip dari laman LPEM FEB UI, perjalanan akademik Chatib dimulai di Kolese Kanisius Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Setelah meraih gelar sarjana pada 1992, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke Australia melalui program beasiswa.
Di The Australian National University (ANU), Chatib meraih gelar Master of Economic Development pada 1996. Ia kemudian melanjutkan studi doktoral dan berhasil memperoleh gelar PhD di bidang Ekonomi pada 2001. Pendidikan akademik yang kuat tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya sebagai ekonom dan pembuat kebijakan.
Mengawali Karier dari Dunia Akademik dan Riset
Dikutip dari laman LPEM FEB UI, sebelum dikenal sebagai pejabat negara, Chatib Basri lebih dulu meniti karier sebagai akademisi dan peneliti. Ia bergabung dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) sejak 1992 dan mulai mengajar sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1995.
Pada periode 1997–2001, ia menjadi asisten peneliti Prof. Hal Hill di Departemen Ilmu Ekonomi Australian National University.
Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, ia dipercaya menjadi peneliti tamu di The Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapura. Kiprahnya di dunia penelitian terus berkembang hingga akhirnya dipercaya menjadi Direktur LPEM FEB UI pada periode 2005–2009.
Keahliannya di bidang ekonomi juga membuatnya sering menjadi konsultan berbagai lembaga internasional, seperti Bank Dunia, USAID, AusAID, OECD, UNCTAD, Asian Development Bank, hingga International Monetary Fund (IMF).
Baca Juga: Mengenal Chatib Basri, Ekonom Kawakan Pecinta Seni dan Sastra