Growthmates, massa otot pada laki-laki mulai mengalami penurunan secara alami setelah memasuki usia 30 tahun. Kondisi ini bukan hanya memengaruhi kekuatan tubuh, tetapi juga berdampak pada kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari seiring bertambahnya usia.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, mengungkapkan bahwa proses penuaan menyebabkan massa otot terus berkurang, diperparah dengan menurunnya kadar hormon testosteron yang berperan penting dalam pembentukan otot.

"Kabar buruknya, laki-laki bisa kehilangan sekitar 5–8 persen massa otot setiap dekade setelah usia 30 tahun. Ditambah lagi, semakin bertambah usia, kadar testosteron juga semakin rendah. Padahal testosteron adalah hormon anabolik atau hormon pembentuk otot. Jadi secara alami, massa otot laki-laki memang akan terus menurun seiring bertambahnya usia," papar dr. Nadhira,dikutip dari laman Instagram pribadinya @nadhiraafifa, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, penurunan massa otot bukan berarti tidak bisa dicegah. Menurutnya, latihan beban atau resistance training merupakan salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan massa otot.

Namun, latihan tersebut harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar hasilnya optimal.

dr. Nadhira menyarankan agar latihan menggunakan free weights seperti dumbbell, kettlebell, maupun barbell tidak diabaikan. Jenis latihan ini dinilai lebih efektif untuk merangsang pertumbuhan otot dibandingkan hanya mengandalkan mesin karena turut melibatkan otot-otot stabilisator.

"Jangan menyepelekkan latihan menggunakan free weights seperti dumbbell, kettlebell, atau barbell. Latihan ini umumnya lebih baik untuk hipertrofi dibandingkan hanya menggunakan mesin karena juga merekrut otot stabilisator. Meski begitu, mesin tetap bermanfaat, terutama bagi orang yang memiliki masalah keseimbangan atau membutuhkan latihan sambil duduk agar lebih aman," jelasnya.

Baca Juga: Berat Badan Sulit Turun Meski Diet dan Olahraga? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi