Growthmates, kesibukan sehari-hari membuat masyarakat perlu mencari cara yang lebih fleksibel untuk tetap aktif. Olahraga kini tak selalu harus dilakukan dengan menyediakan waktu khusus dalam durasi panjang. Banyak orang justru memanfaatkan sela-sela rutinitas, mulai dari berjalan kaki hingga latihan singkat sebelum atau setelah bekerja.
Tren tersebut terlihat dalam data terbaru Strava, aplikasi bagi masyarakat aktif yang telah memiliki lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 185 negara. Data ini menunjukkan bagaimana pengguna Strava di Indonesia menyesuaikan aktivitas fisik dengan rutinitas sehari-hari.
Masyarakat Indonesia cenderung memilih olahraga dengan durasi lebih singkat agar dapat menyesuaikannya dengan jadwal kerja.
Di saat yang sama, aktivitas fisik juga menjadi ruang untuk bersosialisasi. Berolahraga bersama komunitas tidak hanya membuat aktivitas terasa lebih menyenangkan, tetapi juga dapat memberikan koneksi dan motivasi untuk tetap konsisten.
Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap aktivitas fisik. Untuk tetap aktif, seseorang tidak selalu harus menyediakan waktu berjam-jam. Aktivitas yang lebih singkat sekalipun dapat menjadi bagian dari rutinitas dan membantu menjaga progres.
1. Latihan Singkat Membantu Menjaga Konsistensi
Menemukan waktu untuk berolahraga menjadi salah satu tantangan ketika aktivitas sehari-hari semakin padat. Namun, data Strava menunjukkan masyarakat Indonesia mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Lebih dari sepertiga aktivitas yang direkam pengguna Strava di Indonesia berlangsung selama 30 menit atau kurang. Aktivitas tersebut mencakup berbagai bentuk olahraga, seperti jalan kaki, lari, hingga latihan beban.
Durasi yang singkat bukan berarti aktivitas fisik harus ditinggalkan. Sebaliknya, masyarakat dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk tetap bergerak. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa konsistensi dapat dibangun melalui aktivitas yang realistis dan sesuai dengan rutinitas masing-masing.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa progres dalam menjaga kebugaran tidak selalu harus dicapai dengan latihan ekstrem. Setiap kesempatan untuk bergerak dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan rutinitas.
Baca Juga: Harga Langganan Strava Resmi Turun hingga 40% di Indonesia, Ini Rinciannya