Dikenal luas berkat sifat antiinflamasi dan khasiat penyembuhannya, rimpang jahe telah lama diandalkan sebagai pengobatan alami untuk berbagai macam keluhan fisik. 

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan gejala dari 10 kondisi kesehatan berikut ini, seperti dilansir dari laman Health, Senin (14/9/2026). Catat, ya!

1. Kolesterol Tinggi

Konsumsi jahe sebanyak 2 gram atau kurang per hari terbukti mampu menurunkan kolesterol total secara signifikan serta menekan kadar lipid darah tertentu, seperti triacylglycerol (TAG). 

Meskipun berbagai studi pada manusia menunjukkan potensi jahe dalam menurunkan kolesterol jahat, penelitian lanjutan tetap diperlukan sebelum jahe direkomendasikan sebagai pengobatan medis standar. 

Kabar baiknya, jahe umumnya sangat aman dan minim efek samping bila dikonsumsi dalam dosis kecil.

2. Masalah Pencernaan

  • Redakan Mual: Mengonsumsi 1,5 gram jahe dapat menenangkan perut yang mual. Bahkan, takaran 1 gram per hari terbukti efektif mengurangi mual dan muntah akibat kehamilan.
  • Asam Lambung & GERD: Jahe membantu meringankan tekanan di dalam perut dengan cara mengurangi gas dan kembung yang kerap memicu melemahnya lower esophageal sphincter (LES), katup yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
  • Dispepsia Fungsional: Suplemen kombinasi jahe dan ekstrak artichoke terbukti efektif meredakan nyeri perut berulang, mual, serta kembung dibandingkan plasebo.

3. Migrain

Selain obat-obatan pereda nyeri medis seperti NSAID, jahe bisa menjadi alternatif alami. 

Dalam sebuah uji klinis, penderita migrain yang mengonsumsi jahe melaporkan hasil yang jauh lebih baik, berupa penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kemampuan beraktivitas secara normal, dibandingkan kelompok yang hanya diberikan plasebo.

Baca Juga: Kepala Serasa Berdenyut Saat Banyak Pikiran? Ini Hubungan Stres dan Migrain yang Wajib Kamu Tahu

4. Osteoartritis (OA)

Sifat antiinflamasi alami yang dimiliki jahe menjadikannya bahan pendukung yang sangat baik untuk meredakan peradangan lokal pada penderita osteoartritis. Potensi jahe dalam meredakan gejala nyeri sendi ini bahkan telah diakui oleh berbagai organisasi kesehatan ahli.

5. Nyeri Haid

Jahe kaya akan senyawa pelindung kesehatan seperti gingerols, shogaols, dan zingerones yang bersifat antioksidan serta efektif meredakan nyeri haid. 

Senyawa ini bekerja dengan cara merelaksasi kejang otot yang sering terjadi sebelum dan selama menstruasi. Selain itu, sifat pereda gas pada jahe turut membantu meringankan kembung dan mual akibat fluktuasi hormon bulanan.

Baca Juga: Sering Sakit Kepala Sebelum Haid? Dokter Ahli Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

6. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Jahe berpotensi membantu menurunkan tekanan darah dengan menghambat angiotensin-converting enzyme (ACE), enzim yang memicu hipertensi. Rempah ini juga mendukung sirkulasi darah yang sehat dengan mencegah penggumpalan sel darah. 

Meski begitu, studi lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitasnya secara klinis, terutama bagi mereka yang rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah.

7. Gula Darah Tinggi

Komponen harum dan pedas pada jahe memiliki sifat penurun gula darah serta efek antidiabetes. Penderita diabetes tipe 2 yang rutin mengonsumsi suplemen jahe dilaporkan mengalami penurunan signifikan pada kadar gula darah puasa serta HbA1c (penanda utama kontrol gula darah jangka panjang).