Jakarta selama ini identik sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Namun, data terbaru menunjukkan "mahkota" tersebut kini berpindah ke wilayah penyangga ibu kota.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada Senin (28/7/2026), Tangerang Selatan tercatat sebagai wilayah dengan kualitas udara paling buruk di Indonesia. Bahkan, kawasan Serpong menempati posisi teratas dengan Air Quality Index (AQI) mencapai 191, disusul Tangerang Selatan dengan AQI 190.

Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat (unhealthy), yang berarti masyarakat berisiko mengalami gangguan kesehatan apabila terlalu lama terpapar udara luar tanpa perlindungan.

Baca Juga: Riset: Pria Lebih Berisiko Terkena Kanker Akibat Polusi Udara

Tak hanya Tangerang Selatan, Kota Bandung juga mencatat kualitas udara yang lebih buruk dibandingkan Jakarta. Bandung berada di peringkat berikutnya dengan AQI 153, sedangkan Jakarta mencatat AQI 122 yang masih berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sejumlah kota lain yang turut masuk dalam daftar wilayah dengan kualitas udara buruk antara lain Semarang, Surabaya, Tangerang, Jambi, Palembang, dan Pekanbaru.

Baca Juga: Memanfaatkan Teknologi Atasi Masalah Polusi Air

Tingginya tingkat polusi di kota-kota tersebut berkaitan erat dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 yang melampaui ambang batas aman. Partikel mikroskopis ini berbahaya karena dapat masuk hingga ke paru-paru dan aliran darah.

Dalam jangka panjang, paparan PM2.5 diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan, asma, penyakit jantung, stroke, hingga kanker paru-paru.

Data IQAir juga menunjukkan kadar PM2.5 di sejumlah wilayah tersebut telah melampaui rekomendasi tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan polusi udara masih menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan, khususnya daerah dengan kepadatan kendaraan dan aktivitas pembangunan yang tinggi.

Di sisi lain, tidak semua wilayah mengalami kondisi serupa. Mamuju, Sulawesi Barat, masih menjadi salah satu daerah dengan kualitas udara terbaik di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat urbanisasi dan aktivitas manusia memiliki pengaruh besar terhadap kualitas udara yang dihirup setiap hari.

Baca Juga: Melodi Melawan Polusi, 15 Musisi Ini Suarakan Krisis Iklim

Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk rutin memantau indeks kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Ketika kualitas udara memburuk, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel PM2.5, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah sederhana yang dapat membantu meminimalkan risiko kesehatan.

Dengan Tangerang Selatan kini menempati posisi puncak kota paling tercemar, persoalan polusi udara tak lagi hanya menjadi masalah Jakarta, melainkan ancaman bersama bagi kawasan metropolitan Jabodetabek.