Pada akhirnya, menurut Syanne, perubahan terbesar dalam investasi emas bukan terletak pada asetnya, melainkan pada cara masyarakat mengaksesnya.
Ia sendiri mengaku memiliki preferensi terhadap investasi nonfisik, sementara orang tuanya masih lebih nyaman memiliki emas dalam bentuk fisik.
“Kalau saya pribadi, tipikal-tipikal yang preferensinya non-physical, tapi orang tua saya tetap physical. Dan maybe teman-teman juga lebih ke physical, which is fine,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat kini telah melewati beberapa tahap dalam investasi emas, mulai dari emas fisik, instrumen finansial, hingga ETF dan aset digital.
“Kalau kita lihat, dari physical, kemudian ke financial, dan sekarang kita memasuki dua era ini, ETF dan juga digital. Keduanya sama-sama growing,” kata Syanne.
Meski cara mengaksesnya terus berkembang, aset yang dimiliki tetap sama.
“Apa yang kita pahami dari sini, emas itu tidak pernah berubah. Jadi mulai dari physical, sampai ke ETF, digital, asetnya sama. Asetnya timeless, which is gold. Tapi infrastrukturnya selalu berubah,” jelasnya.
Perubahan tersebut, menurut Syanne, menjadi bagian dari perkembangan investasi yang perlu diikuti secara adaptif.
“That's why I would say we are so lucky untuk melihat perkembangan ini dan hopefully kita juga bisa menjadi seseorang yang adaptive,” tuturnya.
Ia pun berharap, emas dapat mengambil peran dalam perjalanan keuangan masyarakat, terlepas dari profesi maupun latar belakangnya.
“Apapun profesi kita, sebagai investor, sebagai jurnalis, sebagai barista, or whatever it is, hopefully emas itu memiliki peran penting di dalam perjalanan keuangan kita,” kata Syanne.
Menurutnya, perkembangan ETF emas juga dapat menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk merasakan pengalaman memiliki eksposur terhadap emas dengan cara yang lebih modern.
“Hopefully ETF Gold yang akan kita jelaskan bisa menjadi salah satu sarana buat teman-teman untuk merasakan gimana sih memiliki emas di modern era,” pungkas Syanne.
Baca Juga: Syailendra Capital Gandeng Privy Percepat Verifikasi Identitas Investor Pasar Modal