Pemerintah Indonesia menyatakan kecaman keras atas eskalasi konflik di Lebanon, khususnya terkait serangan yang diduga melibatkan militer Israel dan berdampak pada pasukan penjaga perdamaian, termasuk personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengungkapkan bahwa salah satu insiden melibatkan tembakan tank yang diduga berasal dari militer Israel dan menyebabkan korban jiwa dari pihak Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Tetap Hati-Hati Sikapi Situasi UNIFIL, Keselamatan Pasukan Jadi Prioritas
“Indonesia mengutuk keras serangan tersebut yang telah menewaskan personel Indonesia yang tengah menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian PBB,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak memandang insiden ini sebagai peristiwa biasa, melainkan sebagai tindakan serius yang tidak dapat ditoleransi, terutama karena menyasar pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat internasional.
Tak hanya berhenti pada kecaman, pemerintah juga membuka kemungkinan mengambil langkah yang lebih tegas. Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Rompis, menyatakan bahwa Indonesia akan meningkatkan respons diplomatik apabila hasil investigasi lanjutan menguatkan temuan awal.
Baca Juga: Kemenlu Perkuat Perlindungan WNI dan Edukasi Publik Hadapi Maraknya Online Scam Lintas Negara
“Apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi temuan awal, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk keras tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI,” kata Veronica.
Pemerintah Indonesia juga mendorong keterlibatan aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan adanya penyelidikan menyeluruh serta proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab. Langkah ini menandakan bahwa Indonesia tidak hanya mengedepankan kecaman politik, tetapi juga menuntut akuntabilitas di tingkat global.
Kementerian Luar Negeri menilai operasi militer Israel di Lebanon selatan telah memperburuk situasi keamanan kawasan. Serangan tersebut dinilai meningkatkan ketegangan dan berpotensi memperluas konflik yang tengah berlangsung.
Baca Juga: Prajurit TNI Tewas Karena Serangan Israel, Pemerintah Didesak Tarik Pasukan dari Lebanon
Dalam pandangan Indonesia, setiap tindakan militer yang berdampak pada pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan.
Seiring perkembangan situasi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memantau hasil investigasi. Meski laporan lengkap masih dinantikan, arah sikap Indonesia sudah jelas: mengecam keras, mendorong akuntabilitas internasional, dan membuka ruang bagi langkah diplomatik lanjutan.