Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendesak pemerintah segera mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menggelar sidang luar biasa demi menyikapi perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang dinilai semakin genting dan berpotensi meluas menyusul eskalasi konflik yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir ini. 

Nur Hidayat  mengatakan, apabila PBB tidak bertindak, maka perang ini dapat memantik konflik yang jauh lebih besar dan berdampak signifikan secara global. Keterlibatan PBB dinilai sudah sangat mendesak. 

Baca Juga: SBY Berbicara Dampak Perang Iran- Israel dan AS

"Hal tersebut sangat urgen untuk diwujudkan mengingat situasi semakin genting dengan eskalasi yang berpotensi meluas dan berlangsung jangka panjang," ujar Hidayat dalam keterangannya Rabu (4/3/2026). 

Menurut Nur Hidayat, peran PBB sangat dibutuhkan untuk meredam perang yang terjadi sekarang ini. Ia mengingatkan seluruh negara anggota PBB wajib menghormati hukum internasional dan konvensi PBB sebagaimana diatur dalam Piagam PBB Pasal 2 ayat (4). 

Ia juga menyoroti serangan balasan Iran terhadap sejumlah negara Teluk yang terjadi setelah serangan Israel dan AS. 

“Kondisi ini berpotensi memperluas konflik karena masing-masing negara merasa kedaulatannya dilanggar,” ujarnya. 

Selain mendorong PBB, Nur Hidayat juga mendesak  pemerintah memaksimalkan peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menciptakan perdamaian di antara negara anggotanya. Ia mengusulkan agar OKI menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa tingkat kepala negara. 

Baca Juga: Menghitung Modal Prabowo Jadi Juru Damai Konflik Iran dan Israel-AS

“Hal ini guna membahas langkah konkret menghentikan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah,” pungkasnya.