Tidak semua ilmu di dapat dari bangku sekolah, ilmu bisa datang dari bangku tempat dimana kita duduk dengan orang-orang berpengalaman.

Kalimat di atas menggambarkan awal mula perjalanan Hermanto Tanoko mengarungi belantara bisnis nusantara.

Ia tak digembleng di sekolah-sekolah favorit atau universitas terkemuka, ilmu bisnis yang didapatnya datang dari luar gedung sekolah atau kampus mahal.

Baca Juga: Mengenal Sanderawati Joesoef, Istri Hermanto Tanoko yang Menjadi Sosok Paling Berpengaruh di Tinsancorp Group

Sejak usia 7 tahun saat kebanyakan anak-anak seusianya masih merengek minta dibelikan mainan atau minta uang jajan, Hermanto Tanoko sedang sibuk mempersiapkan jalan menuju masa depan.

Toko cat sederhana milik keluarga yang berdiri di tengah Kota Malang, Jawa Timur adalah sekolah pertamanya. 

Gurunya adalah ayahnya sendiri yang senantiasa membimbing Hermanto kecil yang memang belum mengerti apa-apa soal bisnis. 

Di toko cat sederhana ini Hermanto diajarkan hal-hal paling fundamental dalam membangun sebuah bisnis.

Bukan sekadar teori, semuanya langsung dipraktekkan di tempat. Dan benar saja, tempat sederhana ini kelak mengorbitkan salah satu pebisnis dan pengusaha paling berpengaruh di Indonesia. 

“Saya dididik oleh ayah saya sejak berusia 7 tahun, 8 tahun, 9 tahun itu sudah sering diajak ke toko. Dan di dalam toko itu saya sudah diberikan value-value oleh mentor saya yaitu papa saya,” kata Hermanto dalam sebuah kesempatan dilansir Olenka.id Kamis (4/6/2026).

Sejak usia tujuh tahun Hermanto sudah mengenal apa yang disebut customer focus. Doktrin sang ayah yang masih terpatri dan terus dipraktekkan sampai sekarang. Ini adalah ilmu bagaimana memandang dan memperlakukan pelanggan. 

Hermanto diajarkan melihat pelanggan dari sudut pandang yang tak lazim. Oleh ayahnya ia diajarkan memandang customer sebagai bagian dari keluarga sendiri. 

Mereka mesti dilayani dengan sungguh-sungguh, kalau mereka puas kelak mereka bakal datang kembali di kemudian hari. Melayani pelanggan dengan baik adalah investasi paling mujarab untuk menjaga keberlangsungan sebuah bisnis.

“Bahwa value yang selalu papa junjung tinggi adalah customer focus. Bagaimana kita anggap customer itu adalah kita punya keluarga. Kita harus memberikan yang terbaik kepada customer,” bebernya.

Dalam membangun bisnis customer focus saja tentu tidak cukup. Soetikno Tanoko ayah Hermanto sudah menyadari itu sejak bertahun-tahun lalu, untuk itu ia juga secara disiplin menanamkan nilai-nilai lain kepada putra terkasihnya itu. 

Hermanto kemudian digembleng soal tanggung jawab baik kepada para supplier maupun kepada pelanggan serta orang-orang yang berhubungan langsung dengan bisnis.

“Ilmu yang kedua adalah integritas,” ucapnya.

Ketika dua poin utama itu dirasa sudah bisa menjadi modal awal dalam membangun bisnis, maka pembelajaran penting lainnya yang harus dikuasai adalah soal cara memimpin tim.

Di toko kecil milik keluarga itu, Hermanto diajarkan berbagai macam cara dalam membangun serta memimpin sebuah tim supaya sukses mengerjakan apapun yang target perusahaan. Sehebat apapun seorang pemimpin ia tak bisa kemana-mana jika teamwork berantakan.

“Dan yang keempat, ini sifat papa saya banget, yaitu agility. Agility ini papa saya memang sangat cepat di dalam memutuskan segala sesuatu, tapi tentu dengan perhitungan yang matang, jadi bukan ngawur gitu ya,” katanya lagi.

Baca Juga: Drama Penangkapan Dadan Cs, Ada yang Disergap di Hotel

“Contoh, papa saya selalu mengajarkan ini, merek cat yang papa menjadi agen sedangkan cat-cat yang lain ini tidak menjadi agen, sehingga secara keuntungan kita hanya kurang lebih 10 persen. Tapi kalau yang agen ini bisa 20 persen. Nah, kalau you ada pembeli yang mencari cat untuk jenis yang sama, you musti offering yang kita jadi agent,” tambahnya memungkasi.