Analis politik Hendri Satrio mengatakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka punya pola kampanye terselubung yang harus diwaspadai seluruh lawan politiknya, terutama figur yang sudah siap maju pada Pilpres 2029 mendatang. 

Henri mengatakan, Gibran belakangan sangat aktif turun menemui masyarakat, ini adalah sebuah pola kampanye canggih yang memberikan keuntungan dalam hal ini modal sosial yang bisa menjadi amunisinya pada Pilpres mendatang. 

Baca Juga: Budi Arie Blak-blakan Soal Dinasti Jokowi, Masa Depan Karier Politik Gibran-Kaesang Dibuka Terang Benderang

“Iya, jadi maksud gue ini tuh kampanye canggih. Lo harus hati-hati sama Gibran,” kata Hendri dilansir Olenka.id Rabu (23/9/2026).

Henri mengatakan, pola yang dilakukan Gibran sekarang ini sama persis dengan apa yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), turun langsung menemui masyarakat menjadi modal yang sangat besar lantaran dapat membangun kedekatan personal yang berpotensi menjadi modal politik.

“Sebagai penulis buku Momentum Politik, ada satu faktor yang bisa menumbuhkan momentum politik itu yang namanya modal sosial,” tuturnya.

Di media sosial Gibran kerap kali menjadi bulan-bulanan karena berbagai alasan, namun hal bisa termaafkan jika terus blusukan ke lapangan ia bisa meninggalkan kesan berbeda kepada masyarakat dengan pola ini. 

Dalam analisis Hendri, pola tersebut membuat aktivitas Gibran berbeda dari kampanye yang mudah dikenali secara formal. Ia menilai kedekatan yang dibangun melalui kunjungan langsung dapat menjadi fondasi politik dalam jangka panjang.

“Dan Gibran melakukan itu, orang Indonesia itu kan gak enakan,” ujar Hendri. 

Menurut dia, ketika seorang pemimpin datang langsung menemui masyarakat, hubungan personal yang terbentuk dapat memberikan kesan tersendiri.

Hendri kemudian mengaitkan pembacaannya tersebut dengan narasi mengenai kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 yang oleh sebagian pihak disebut sebagai “giveaway” dari Presiden ke-7 Joko Widodo. Namun, ia tidak menilai Prabowo berada di bawah kendali Jokowi.

“Gue sih gak pernah percaya bahwa Prabowo diatur Jokowi tuh gue gak pernah percaya,” kata Hendri.

Ia menilai Prabowo memiliki kalkulasi politik sendiri dalam menentukan langkahnya.

Karena itu, perhatian Hendri justru diarahkan kepada Gibran. Ia menilai aktivitas wakil presiden tersebut perlu dicermati karena pembangunan modal sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat dapat memiliki konsekuensi politik di masa mendatang.

Pandangan Hendri mengenai modal sosial bukan hal yang baru dalam analisis politiknya. Ia sebelumnya menjelaskan bahwa modal sosial merupakan salah satu faktor yang dapat membantu seseorang membangun momentum politik, bersama sejumlah faktor lain seperti kepemimpinan dan pengalaman.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Jangan Mau Tergoda Bujuk Rayu Jokowi, Rugi Sendiri Kalau Mau Maju Bareng Gibran di Pilpres 2029

Dalam konteks Gibran, Hendri melihat kunjungan ke masyarakat sebagai bentuk pendekatan yang tidak selalu terlihat seperti aktivitas kampanye. Justru karena dilakukan melalui interaksi langsung, menurut dia, pola tersebut dapat membangun hubungan personal yang sulit terbentuk hanya melalui komunikasi politik formal.