Budayawan sekaligus peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary, melontarkan pernyataan kontroversial terkait hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Sobary, Gibran Rakabuming Raka akan menolak jika diminta Presiden Prabowo untuk menjadi juru bicara atau membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan publik. Ia bahkan menyebut Gibran lebih memilih tidak melakukannya karena dinilai memahami berbagai persoalan yang membayangi program tersebut.
“Prabowo punya pemikiran-pemikiran, lepas dari apa pun pemikirannya, termasuk pemikiran yang keliru tentang MBG umpamanya, suruh Gibran ngomong MBG. Ayo, 'Bran, MBG ini gimana, lu mewakili gua dah'. Ya, milih matilah dia daripada mewakili,” ujar Sobary dalam tayangan Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Skenario Pilpres 2029: Prabowo Disebut 'Siapkan' Teddy Jadi Cawapres Gibran
Sobary menilai, Gibran akan kesulitan memberikan pembelaan karena program tersebut telah menuai banyak kritik dari masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi MBG membuat posisi wakil presiden menjadi tidak mudah apabila harus tampil di garis depan.
“Apa yang mau dia katakan? Program yang banyak kelirunya dan program yang sudah dibuktikan oleh publik ini keliru. Sekarang lu lurusin, Prabowo masih bisa ngelurusin, kan,” lanjutnya.
Tak hanya menyoroti Gibran, Sobary juga mengkritik gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilainya terlalu bergantung pada data dan statistik. Ia berpendapat, pendekatan tersebut membuat presiden rentan menerima informasi yang tidak sepenuhnya akurat dari orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga: Misteri Kursi Gibran di Sidang Kabinet Disebut Pesan Politik Jokowi: Jangan Duduk Sebelah Prabowo!
“Prabowo itu ditipu oleh orang kiri kanannya, dan orang-orang pemimpin-pemimpin yang mengandalkan angka memang pemimpin yang tidak terampil berpikir kualitatif,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah saat ini memang tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul berbagai temuan, mulai dari dugaan penyimpangan, persoalan higienitas, hingga tata kelola yang dinilai perlu diperbaiki.
Presiden Prabowo sebelumnya meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan peninjauan ulang terhadap data penerima manfaat. Pemerintah juga menegaskan bahwa program MBG harus benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Simak Baik-baik! Begini Tutorial Lengserkan Gibran dari Kursi Wapres
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait pernyataan Mohamad Sobary tersebut. Namun, komentar itu kembali memunculkan spekulasi mengenai dinamika hubungan antara Prabowo dan Gibran di tengah upaya pemerintah membenahi salah satu program prioritas nasional tersebut.