Pengamat politik Syahganda Nainggolan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk realistis menghadapi kenyataan bahwa kekuasaan yang ada di tangannya sekarang ini disponsori oleh rezim sebelumnya.

Karena fakta tersebut, Prabowo kata Syahganda mau tak mau harus mengambil langkah kompromistis, termasuk dalam membagi konsesi politik dan kekuasaan.

Baca Juga: Tiba-Tiba Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru!

“Ya menurut saya kan dia juga manusia ya. Dia harus realistis kan. Dia harus realistis bahwa kekuasaan dia adalah kekuasaan yang disponsori oleh rezim lama.Iya kan? Sehingga dia harus membagi konsesi dan lain-lain,” kata Syahganda dilansir Olenka.id Selasa (15/9/2026).

Akibat langkah kompromistis itu, Prabowo justru terbentur dengan harapan dan cita-citanya sendiri, imbasnya seluruh program pemerintah malah berantakan, tak ada yang bisa berjalan sesuai harapan sebagai contoh, Syahganda kemudian menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan Pranowo, sejauh ini program itu dinilai tak sesuai harapan, tata kelolanya tumpang tindih, realisasinya juga amburadul. Tak hanya MBG program lain juga begitu, misalnya Program Koperasi Desa Merah Putih.

“Nah, realistis itu ketika dia benturkan dengan cita-cita dia yang berantakan, ya kan MBG berantakan, ya kan KDMP berantakan dan lain-lain,” katanya.

Kebijakan yang kompromistis yang bikin mandek roda pemerintahan berimbas langsung pada publik, masyarakat jelas dirugikan karena kebermanfaatan program-program yang digagas sama sekali tidak dirasakan.

“Apakah Indonesia sudah dapat manfaat atau tidak? Kalau saya gitu. Jadi balik ke asas manfaat,” ujarnya.

Syahganda kemudian membandingkan karakter Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan keduanya punya karakter yang bertolak belakang. 

Prabowo kata dia sebenarnya punya cita-cita luhur untuk bangsan ini, namun ruang geraknya tersandera berbagai kepentingan politik, sedangkan Jokowi kata dia sedari awal memang bercita-cita untuk memperkaya diri sendiri.

“Jadi Prabowo ini by individu itu mirip Soekarno,” katanya lagi

“Daripada jadi presiden memperkaya diri dan keluarga seperti Jokowi memperkaya anaknya,” tambahnya

Baca Juga: Pamer MBG di KTT BRICS, Prabowo Langsung Kena Skakmat: Kok Korupsi dan Keracunannya Nggak Dibahas?!

Ia kemudian menyinggung perjalanan politik dan bisnis keluarga Jokowi hingga salah satu putranya, Gibran Rakabuming Raka, dapat menjadi wakil presiden.

“Anaknya punya bisnis triliunan. Ya kan kemudian anaknya bisa wapres dari mana?” pungkasnya.