Dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menjadi bahan perbincangan. Kali ini, nama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya disebut-sebut masuk dalam skenario politik jangka panjang Presiden Prabowo Subianto.
Praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra menilai Prabowo tengah menyiapkan Teddy untuk mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Radjasa dalam tayangan di kanal YouTube 2045 TV yang dikutip pada Kamis (30/7/2026). Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari strategi politik Prabowo untuk menjaga kesinambungan pengaruhnya setelah tak lagi menjabat sebagai presiden.
Baca Juga: Prabowo Disebut Bisa Mundur dari Kursi Presiden, Gibran Siap Naik Tahta?
“Nah, yang sekarang menjadi upaya Prabowo adalah bagaimana mengemas Teddy untuk mendampingi Gibran menjadi wapres,” ujar Sri Radjasa.
Ia menambahkan, kehadiran Teddy dalam skenario tersebut juga dapat menjadi semacam "backup" politik bagi Prabowo di masa mendatang.
“Dan ini juga menjadi backup-nya Prabowo nanti di kemudian hari,” imbuhnya.
Baca Juga: Simak Baik-baik! Begini Tutorial Lengserkan Gibran dari Kursi Wapres
Nama Teddy Indra Wijaya sendiri belakangan kerap menjadi sorotan publik. Selain menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Kabinet, Teddy juga hampir selalu mendampingi Presiden Prabowo dalam berbagai agenda kenegaraan, baik di dalam maupun luar negeri.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Prabowo maupun Teddy terkait spekulasi tersebut. Selain itu, peluang Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 juga masih terbuka.
Partai Gerindra melalui keputusan internal dan amanat kongres telah menyatakan dukungannya agar Prabowo kembali maju untuk periode kedua. Dukungan serupa juga datang dari sejumlah partai koalisi, seperti PAN, PKB, dan NasDem, yang menyambut positif wacana Prabowo dua periode.
Baca Juga: 'Bagi Prabowo, Posisi Gibran sebagai Wapres Hanya 'Symbol of Nothing''
Tak hanya itu, mantan Presiden Joko Widodo juga beberapa kali menyinggung pentingnya keberlanjutan program pemerintahan. Pernyataan tersebut kerap dimaknai sebagai sinyal dukungan terhadap kelanjutan kepemimpinan Prabowo.
Dengan masih terbukanya berbagai kemungkinan, peta Pilpres 2029 diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Apakah Prabowo benar-benar tengah menyiapkan Teddy sebagai pendamping Gibran, atau justru akan kembali maju sebagai calon presiden? Untuk saat ini, semua masih sebatas analisis dan spekulasi politik.