Ambisi besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin merebut Jawa Tengah yang selama ini dikuasai PDI Perjuangan mendapat dukungan dari Partai Gerindra. 

Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan tak ada yang salah dengan target yang dipasang PSI, menurutnya seluruh partai politik bebas menentukan target wilayah pemilihannya dan itu bagus untuk pertumbuhan politik dan demokrasi di Indonesia. 

Baca Juga: Megawati - Jokowi Beda Kelas, Kandang Banteng Tak Goyang Diseruduk Gajah

“Saya kira setiap partai politik harus memiliki tekad yang besar untuk menyuarakan aspirasi rakyat daerah," kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dilansir Rabu (8/7/2026).

Dalam politik, pertarungan memperluas wilayah pemilihan adalah hal  biasa, itu lazim terjadi. Semakin banyak partai politik yang bertarung memperebutkan satu wilayah maka semakin baik pula kualitas politik dan demokrasi kita. Bagi Muzani pertarungan sehat seperti ini memang perlu didukung. 

"Makin banyak partai politik yang ingin menjadikan basis perjuangannya, saya kira makin bagus," katanya.

Ia menilai kompetisi antarpartai dapat mendorong lahirnya berbagai gagasan dan program yang berorientasi pada kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

"Artinya ada kompetisi di daerah tersebut dalam hal aspirasi dan kekuatan politik untuk memajukan daerah tersebut. Saya kira baik-baik saja," kata dia.

Sementara itu Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai target tersebut sukar diraih PSI karena berbagai faktor.

Salah satu hambatan utama, adalah soal perbedaan karakter Jokowi dan ketua umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan cara pendekatan politik yang juga berbeda jauh.

“Susah direbut karena yang pertama, karakter pengaruh politik Jokowi berbeda dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri kemudian yang ke dua, pengaruh Jokowi lebih personal, berbasis populis, dan berorientasi pada bantuan sosial (bansos). Pendekatan Jokowi ini lebih pragmatis dan dapat mendongkrak elektoral dalam waktu singkat," kata Jamiluddin.

Baca Juga: Ritual Injak Kepala Kerbau Jadi Simbol Menghina PDI-P, Jokowi: Nggak Nyambung

"Pengaruh Jokowi itu tidak mengakar di masyarakat. Karena itu, pengaruh Jokowi akan cepat berubah bila popularitasnya meluntur dan masyarakat tidak mendapat bansos," tambahnya