Edi kemudian mengatakan, kehadiran industri sawit juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan keterbukaan ini, sawit telah membuka peluang, baik itu pembangunan daerah, peluang pembangunan sosial kemasyarakatan, juga peluang-peluang bisnis lokal,” ujarnya.
Dijelaskan Edi, dampak yang ditimbulkan pun tidak hanya berhenti pada aspek ekonomi, tetapi juga merambah ke ranah sosial dan politik.
Edi menilai, peningkatan kesejahteraan masyarakat berkontribusi pada menurunnya tingkat kemiskinan dan meningkatnya kohesi sosial.
“Dari sisi sosial ekonomi tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sawit merupakan salah satu industri yang paling signifikan kontribusinya pada pembangunan nasional dan juga pembangunan daerah,” bebernya.
Lebih lanjut, kata Edi, m elihat besarnya kontribusi tersebut, GAPKI pun mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap industri kelapa sawit.
Salah satunya dengan menetapkannya sebagai industri strategis nasional.
“Oleh karena itu, dari awal kita mengusulkan kepada pemerintah agar menjadikan sawit ini sebagai industri strategis nasional yang layak untuk dilindungi dan didorong agar terus berkembang, baik dari sisi produktivitas maupun dari sisi dampak ekonomi bagi negara ini,” pungkasnya.
Baca Juga: GAPKI: Industri Sawit Berkomitmen Wujudkan Kesetaraan bagi Perempuan Pekerja