Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi mengkritik keras Parai Solidaritas Indonesia (PSI) dia menilai Partai Politik besutan Kaesang Pangarep itu menjadi salah satu penjilat andal Presiden Prabowo Subianto, padahal dulu kader-kader PSI sangat brutal menyerang Prabowo saat masih belum merapat ke kebu Joko Widodo (Jokowi).

“Lah, orang-orang seperti Budiman, Tsamara, Raja Juli, Grace atau anak-anak PSI lainnya yang sebegitu brutalnya mencaci maki Pak Prabowo tapi sekarang malah menjilat habis-habisan itu gimana ceritanya?” kata Islah dilansir Olenka.id Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Ironis Level Dewa, Koar-koar Soal Ijazah Gibran Padahal Kasus Korupsinya Mangkrak 11 Tahun Denny Oh.. Denny!

Perubahan sikap PSI kata Islah jelas sangat ironi, dia menilai kader-kader PSI ini adalah gerombolan anak muda munafik. Dia bahkan menilai karier politik mereka tak bakal ke mana-mana, mereka telah cacat karena ulah sendiri.

“Masih muda-muda, tapi sayang marwah politiknya dicacatkan sengaja dengan kemunafikan,” terangnya.

Sebagai perbandingan, Islah kemudian menyebut nama sejumlah politisi Gerindra yang karier politiknya melejit seperti Sufmi Dasco Ahmad, Fadli Zon, Fahri Hamzah, hingga Ahmad Dhani.

Nama-nama itu kata dia adalah orang yang tahu cara berpolitik, mereka konsisten membela Prabowo sejak dulu, bahkan ketika era kekuasaan Jokowi mereka lantang mengeritik namun tak balik menjilat ketika Jokowi sudah sekubu bersama Prabowo. Politisi PSI kata dia seharusnya lebih banyak belajar dari politisi-politisi senior gerindra ini.

Baca Juga: Getol Serang Gibran, Denny Indrayana Kena Cap Londo Ireng: Dia Itu Proksi Antek Asing!

“Orang-orang seperti Pak Dasco, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Ahmad Dhani, jika hari ini membela Pak Prabowo mati-matian, wajar saja dan bisa dimaklumi. Mereka sejak awal sudah jadi ‘die hard’-nya Prabowo,” pungkasnya.