Dijelaskan dr. Tirta, penyimpanan dalam kondisi dingin diperlukan untuk menjaga kesegaran, kualitas, dan kandungan nutrisi susu hingga saat dikonsumsi.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa susu pasteurisasi selalu ditempatkan di lemari pendingin pada toko atau minimarket.

Di sisi lain, susu UHT atau Ultra High Temperature diproses menggunakan suhu yang jauh lebih tinggi. Proses tersebut membuat susu memiliki masa simpan yang lebih panjang dan dapat disimpan pada suhu ruang selama kemasannya belum dibuka.

Perbedaan metode pengolahan inilah, kata dr. Tirta, yang menyebabkan perlakuan penyimpanan kedua jenis susu tersebut tidak sama.

Karena itu, dr. Tirta mengingatkan masyarakat agar tidak langsung berasumsi ketika melihat perbedaan penempatan produk susu di toko.

"Kalau kamu lihat penempatannya beda di minimarket, itu bukan asal taruh. Memang sudah ada SOP-nya dan itu menunjukkan jenis produknya memang berbeda," ujarnya.

Selain memahami perbedaan proses pengolahan, dr. Tirta juga menekankan pentingnya memperhatikan kualitas susu yang akan dikonsumsi.

Menurutnya, konsumen sebaiknya mencari tahu asal produk dan membaca komposisi yang tercantum pada kemasan. Ia menyarankan untuk memilih produk yang benar-benar menggunakan susu segar sebagai bahan utama.

"Kalau mau yang benar, cari tahu sumbernya. Pilih yang komposisinya 100 persen susu segar," tegasnya.

Lebih lanjut, kualitas susu juga ditentukan oleh proses produksi yang terstandarisasi, sistem pengawasan yang baik, serta pengelolaan peternakan yang memperhatikan kualitas dan kesehatan ternak.

Dengan proses yang higienis dan terkontrol, kata dia, susu dapat dikonsumsi secara aman oleh seluruh anggota keluarga.

"Prosesnya harus terstandarisasi dan terkontrol sehingga higienis, aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga. Kalau semua itu terpenuhi, baru kita bisa bilang itu fresh milk pasteurisasi yang berkualitas tinggi," tutur dr. Tirta.

Dan, di tengah derasnya informasi yang beredar di media sosial, dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menyimpulkan sesuatu tanpa memahami fakta yang sebenarnya.

Menurutnya, memilih susu bukan sekadar urusan selera, melainkan bagian dari keputusan penting terkait asupan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.

"Jangan sampai bingung dan salah pilih susu, apalagi untuk keluarga. Ini bukan hal yang sepele. Ini soal apa yang kamu konsumsi tiap hari. Kalau masih ada yang bingung, tanya, jangan sok tahu," pungkasnya.

Baca Juga: Menguak Fakta soal Kandungan Gula dan Nutrisi dalam Susu UHT Anak