Bagi sebagian besar masyarakat usia produktif di Indonesia, menjadi tulang punggung keluarga kini tak lagi sebatas memenuhi kebutuhan pasangan dan anak. Banyak di antaranya yang juga harus menopang hidup orang tua di usia lanjut. Kondisi yang dikenal sebagai sandwich generation ini membuat beban finansial terasa berlapis dan kian kompleks di tengah meroketnya biaya hidup harian.

Kondisi ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa 82,96% rumah tangga lansia di Indonesia masih menggantungkan hidupnya pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja

Ditambah lagi dengan rata-rata biaya perguruan tinggi yang mencapai Rp19,01 juta per tahun ajaran serta pengeluaran medis mendadak, satu sumber penghasilan dituntut untuk bisa menopang kesejahteraan beberapa generasi sekaligus.

Baca Juga: Belum Siap Finansial di Usia 40? Pakar Keuangan Bagikan Strategi Mengejarnya

Satu Penghasilan, Risiko Seluruh Keluarga

Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life, mengingatkan bahwa tantangan terbesar generasi sandwich terletak pada besarnya tanggung jawab di balik penghasilan harian mereka.

"Ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan meninggal dunia, dampaknya dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang tua, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga. Karena itu, membangun fondasi finansial sejak usia produktif menjadi semakin penting," ungkap Gatot.

3 Langkah Bangun 'Benteng' Finansial Lintas Generasi

Agar rantai beban ekonomi ini tidak terus terwariskan ke generasi berikutnya, ada tiga langkah penting yang perlu disiapkan sejak dini:

  1. Siapkan Dana Darurat: Miliki tabungan khusus setara 6–12 kali pengeluaran bulanan untuk memitigasi kebutuhan mendesak tanpa perlu mengganggu arus kas harian.
  2. Lengkapi Proteksi Kesehatan & Jiwa: Karena penghasilanmu adalah penopang banyak kepala, proteksi asuransi berfungsi menjaga agar tabungan keluarga tidak mendadak terkuras saat terjadi risiko medis atau musibah.
  3. Rencanakan Dana Pensiun & Investasi: Menyiapkan masa tua sendiri secara mandiri adalah cara paling efektif untuk memutus mata rantai sandwich generation di masa depan.

Menjadi tumpuan bagi orang tua sekaligus anak adalah bentuk bakti dan kepedulian yang luar biasa. Namun, memastikan dirimu terlindungi secara finansial adalah bentuk tanggung jawab agar rencana masa depan keluarga tetap berjalan aman. 

Sebelum kamu memilih produk asuransi atau instrumen investasi tertentu, sangat disarankan untuk mengevaluasi kondisi arus kas harian serta berkonsultasi dengan perencana keuangan (financial planner) profesional agar mendapatkan skema proteksi yang paling pas dengan kemampuanmu.