Growthmates, jantung berdebar tidak selalu menandakan adanya gangguan pada organ jantung. Dalam sejumlah kasus, sensasi berdebar atau rasa tidak nyaman di dada juga dapat dipicu oleh kecemasan berlebih (anxiety). Meski demikian, kondisi ini tetap perlu diwaspadai agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat.

Dokter Aritmia Jantung, dr. Ignatius Yansen, Sp.JP (K), menegaskan, jantung berdebar akibat kecemasan dan gangguan irama jantung atau aritmia dapat memiliki karakteristik yang berbeda.

Karena itu, penting untuk memperhatikan gejala yang muncul dan melakukan pemeriksaan medis jika keluhan berulang atau terasa mengkhawatirkan.

Menurut dr. Yansen, salah satu hal yang dapat diamati adalah frekuensi denyut jantung ketika sensasi berdebar muncul.

Pengukuran melalui smartwatch atau oksimeter dapat memberikan gambaran awal mengenai denyut jantung, meski tidak dapat memastikan penyebab keluhan secara mandiri.

“Kalau ketika kita merasa berdebar-debar, kemudian kita tahu denyutnya dari smartwatch atau dari oksimetri, denyutnya mencapai 180 kali per menit atau bahkan sampai 200, kita yakin betul kalau itu adalah gangguan irama jantung atau aritmia,” tutur dr. Yansen, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya @dokteryansen, Senin(12/10/2026).

Sebaliknya, jantung berdebar yang dipicu kecemasan dapat terjadi ketika denyut jantung meningkat, tetapi tidak selalu mencapai angka setinggi itu.

Baca Juga: Sering Sesak saat Naik Tangga? Waspada, Bisa Jadi Gejala Aritmia