Jam-jam pertama setelah bangun tidur ternyata menjadi waktu ketika tubuh, termasuk jantung, sedang beradaptasi dari kondisi istirahat menuju aktivitas.

Pada pagi hari, kadar kortisol dan tekanan darah secara alami meningkat. Sementara itu, variabilitas detak jantung cenderung menurun ketika tubuh mulai beralih ke kondisi aktif.

Mengutip CNBC Make It, Rabu (7/10/2026), spesialis jantung dr Sanjay Bhoraj mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan kejadian kardiovaskular cenderung meningkat dalam beberapa jam pertama setelah seseorang bangun tidur.

Salah satu analisis juga menemukan adanya peningkatan kejadian serangan jantung dan kematian jantung mendadak pada pagi hari. Karena itu, kebiasaan yang dilakukan setelah bangun tidur perlu mendapat perhatian.

"Setelah lebih dari 20 tahun sebagai ahli jantung, ada beberapa hal yang tidak akan saya lakukan sebelum jam 9 pagi," kata Sanjay.

Lantas, apa saja kebiasaan yang dihindari spesialis jantung tersebut?

1. Minum Kopi Manis

Secangkir kopi dengan tambahan sirup atau pemanis dalam jumlah banyak bisa mengandung gula cukup tinggi. Dalam satu porsi besar latte dengan berbagai rasa, kandungan gulanya bahkan dapat mencapai 30-50 gram.

Menurut Sanjay, lonjakan gula darah yang terjadi dengan cepat dapat meningkatkan kadar insulin dan dalam jangka panjang berpotensi menambah beban metabolik tubuh.

Kopi manis juga bisa membuat seseorang kembali merasa lapar dalam waktu relatif singkat.

"Anda mungkin akan merasa lapar lagi dalam satu jam," ujarnya.

Baca Juga: Sering Ngos-ngosan dan Kaki Bengkak? Waspadai Dampak Obesitas pada Jantung

2. Makan Pastry

Croissant, muffin, dan berbagai jenis pastry memang sering menjadi pilihan sarapan praktis. Namun, makanan tersebut umumnya mengandung karbohidrat olahan dan lemak jenuh, sementara kandungan serat serta proteinnya relatif rendah.

Kombinasi tersebut dapat membuat gula darah naik dengan cepat, kemudian kembali turun dalam waktu singkat.

Menurut Sanjay, kondisi seperti itu bukan sesuatu yang ideal untuk mengawali hari.

"Jantung Anda tidak membutuhkan fluktuasi pada pukul 7:15 pagi," katanya.

3. Makan Daging Olahan

Bacon, sosis, dan ham juga menjadi makanan yang dihindari Sanjay pada pagi hari.

Daging olahan umumnya mengandung sodium dan lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi. Produk tersebut juga dapat mengandung bahan pengawet seperti nitrat yang telah dikaitkan dengan risiko kardiovaskular jika dikonsumsi secara rutin.

Meski begitu, Sanjay tidak mengatakan bahwa seseorang harus sepenuhnya menghindari makanan tersebut.

"Sesekali tidak masalah. Masalahnya adalah jika Anda memakannya setiap pagi," ujarnya.

Baca Juga: 7 Makanan yang Dianggap Sehat Padahal Bisa Ganggu Jantung, Nomor 3 Kesukaan Si Kecil!

4. Minum Minuman Energi

Minuman energi biasanya mengandung kafein, gula, serta stimulan lainnya. Kandungan tersebut dapat memberikan rangsangan tambahan pada sistem kardiovaskular.

Menurut Sanjay, minuman energi dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Pada sebagian orang, minuman ini juga berpotensi memicu gangguan irama jantung atau aritmia.

Risikonya perlu lebih diperhatikan pada pagi hari karena tubuh memang secara alami sedang meningkatkan aktivitas setelah bangun tidur.

5. Tidak Sarapan Sambil Menjalani Pagi dengan Stres

Tidak sarapan sebenarnya tidak selalu berarti buruk bagi kesehatan. Kondisinya berbeda jika seseorang memang sengaja menjalani pola puasa, tetap memenuhi kebutuhan cairan, melakukan aktivitas ringan, dan menjalani pagi dengan tenang.

Masalahnya, sebagian orang melewatkan sarapan bukan karena menjalani pola makan tertentu, melainkan karena terburu-buru atau terlalu sibuk.

Sanjay mengatakan, ia kerap menemukan pasien yang hanya mengandalkan adrenalin di pagi hari, minum kopi dalam kondisi perut kosong, bahkan mengonsumsi obat tanpa makan.

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh semakin terstimulasi. Menjelang pukul 10 pagi, sistem saraf bisa berada dalam kondisi terlalu aktif sementara kadar gula darah mengalami fluktuasi.

"Seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi sedikit kurang toleran terhadap perubahan-perubahan tersebut. Rutinitas pagi yang mencakup hidrasi, nutrisi, dan beberapa saat untuk bersantai memulai hari dapat membantu sistem tubuh berfungsi sebagaimana mestinya," katanya.

Dengan demikian, rutinitas pagi tidak hanya soal apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana tubuh memulai aktivitas setelah beristirahat sepanjang malam.