Peta kekayaan para konglomerat Indonesia pada Oktober 2026 kembali menunjukkan persaingan sengit di posisi teratas. Low Tuck Kwong masih kokoh sebagai orang terkaya di Tanah Air dengan harta mencapai ratusan triliun rupiah.

Berdasarkan data Forbes yang dikutip pada Selasa (6/10/2026), kekayaan Low Tuck Kwong mencapai US$16,4 miliar atau sekitar Rp291,37 triliun.

Posisi tersebut menempatkan pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di atas sejumlah nama besar lainnya, termasuk Robert Budi Hartono dan Prajogo Pangestu.

Nilai kekayaan para konglomerat tersebut tentu dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham, nilai tukar, hingga kondisi pasar komoditas global. Meski demikian, sektor energi, batu bara, perbankan, manufaktur, dan teknologi masih menjadi sumber utama kekayaan para taipan Indonesia.

Berikut daftar lengkap tujuh orang terkaya di Indonesia pada Oktober 2026:

1. Low Tuck Kwong – US$16,4 miliar

Dato Low Tuck Kwong kembali menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya tercatat mencapai US$16,4 miliar atau sekitar Rp291,37 triliun.

Low dikenal sebagai "raja batu bara" dan merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Indonesia.

"Dikenal sebagai raja batu bara, Low Tuck Kwong yang lahir di Singapura adalah pendiri Bayan Resources, sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia," demikian keterangan Forbes.

Di BYAN, kepemilikan Low Tuck Kwong akan mencapai 6.951.170.541 saham atau sekitar 20,853 persen dari total saham perseroan setelah perjanjian jual beli saham bersyarat yang dilakukan pengusaha Andi Syamsudin Arsyad melalui PT Jhonlin Baratama.

Selain Bayan Resources, Low juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan asal Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya bernama Manhattan Resources.

Ia turut memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources. Low juga memiliki keterkaitan dengan SEAX Global, perusahaan yang tengah membangun sistem kabel laut untuk menghubungkan konektivitas internet Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Baca Juga: 15 Orang Terkaya di Asia Tenggara Per September 2026

2. Robert Budi Hartono – US$15,2 miliar

Di posisi kedua ada Robert Budi Hartono dengan kekayaan US$15,2 miliar atau sekitar Rp271,9 triliun.

Robert Budi Hartono merupakan salah satu tokoh utama di balik Grup Djarum. Namanya juga dikenal luas sebagai salah satu pemilik Bank Central Asia (BCA) bersama keluarganya.

Posisinya kini berada tepat di bawah Low Tuck Kwong setelah sebelumnya bersaing ketat di papan atas daftar orang terkaya Indonesia.

3. Prajogo Pangestu – US$14,8 miliar

Prajogo Pangestu menempati posisi ketiga dengan kekayaan US$14,8 miliar atau sekitar Rp263,74 triliun. Kekayaan Prajogo banyak berkaitan dengan bisnis energi dan petrokimia yang berada di bawah kelompok Barito Pacific.

Pergerakan harga saham perusahaan-perusahaan yang terkait dengan bisnisnya turut memengaruhi nilai kekayaannya dari waktu ke waktu.

Baca Juga: 10 Miliarder Terkaya di Dunia September 2026 dan Jumlah Kekayaannya

4. Anthoni Salim – US$10,8 miliar

Anthoni Salim berada di posisi keempat dengan kekayaan US$10,8 miliar atau sekitar Rp193,78 triliun.

Nama Anthoni Salim lekat dengan Salim Group dan bisnis Indofood. Kelompok usahanya memiliki bisnis yang membentang dari makanan dan minuman hingga agribisnis, distribusi, serta berbagai sektor lainnya.

Dengan kekayaan hampir Rp194 triliun, Anthoni masih menjadi salah satu taipan paling berpengaruh di Indonesia.

5. Dato Sri Tahir – US$9,4 miliar

Selanjutnya, pemilik Mayapada Group, Dato Sri Tahir, berada di posisi kelima dengan kekayaan US$9,4 miliar atau sekitar Rp168,54 triliun.

Tahir membangun bisnis di berbagai sektor, termasuk perbankan, kesehatan, properti, dan investasi. Namanya juga dikenal sebagai salah satu pengusaha Indonesia yang aktif dalam kegiatan filantropi.

6. Sri Prakash Lohia – US$8,6 miliar

Sri Prakash Lohia menempati posisi keenam dengan kekayaan US$8,6 miliar atau sekitar Rp153,84 triliun.

Ia merupakan pendiri Indorama Corporation, perusahaan yang memiliki bisnis di sektor petrokimia, manufaktur, tekstil, dan berbagai produk industri.

Meski sebagian besar bisnisnya memiliki jaringan global, Lohia tetap menjadi salah satu pengusaha keturunan Indonesia yang masuk jajaran orang terkaya Tanah Air.

7. Otto Toto Sugiri – US$8,2 miliar

Posisi ketujuh ditempati Otto Toto Sugiri dengan kekayaan US$8,2 miliar atau sekitar Rp146,68 triliun.

Kekayaan Otto berkaitan erat dengan bisnis pusat data melalui PT DCI Indonesia Tbk. Perusahaan tersebut menjadi salah satu pemain penting dalam industri pusat data di Indonesia yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

Dengan demikian, daftar orang terkaya Indonesia pada Oktober 2026 masih dihuni nama-nama besar dari berbagai sektor, mulai dari batu bara, energi, perbankan, manufaktur, hingga teknologi.

Di tengah pergerakan pasar yang masih dinamis, posisi para konglomerat tersebut tentu masih bisa berubah. Namun untuk saat ini, Low Tuck Kwong masih menjadi raja di puncak dengan harta hampir Rp300 triliun.