Growthmates, apakah Anda sering merasa ngos-ngosan hanya karena menaiki tangga satu lantai? Tidur harus menggunakan lebih dari satu bantal, kerap terbangun pada malam hari karena sesak, atau kaki mulai mudah bengkak? Jangan buru-buru menganggapnya sebagai kelelahan biasa. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa jantung mulai bekerja lebih keras, terutama pada orang dengan berat badan berlebih.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan kompetensi komprehensif dalam penanganan penyakit metabolik, gastroenterologi, hepatologi, serta penyakit imunologi, dr. Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K, mengungkapkan bahwa obesitas tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga dapat memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular.
"Kalau naik tangga satu lantai aja udah ngos-ngosan, tidur nggak bisa pakai satu bantal, sering terbangun malam hari karena sesak atau kaki gampang bengkak, bisa aja berat badan kalian sudah mulai membebani jantung kalian," ungkap dr. Vardian, dikutip dari laman Instagram pribadinya @vardiandika, Selasa (6/10/2026).
Menurut dr. Vardian, obesitas dapat meningkatkan volume darah sekaligus membuat jantung menghadapi beban kerja yang lebih besar. Ia mengibaratkan, kondisi tersebut seperti sebuah pompa air yang harus terus-menerus mendorong lebih banyak cairan.
"Secara ilmiah, obesitas itu dapat meningkatkan volume darah dan juga tekanan kerja jantung. Ibaratnya kayak pompa air yang harus ngedorong cairan lebih banyak setiap harinya. Lama-kelamaan pompanya bisa aus," jelasnya.
Ketika berat badan berlebih, lanjut dr. Vardian, tekanan terhadap jantung dan pembuluh darah juga dapat meningkat. Jantung yang terus bekerja keras dalam waktu lama dapat mengalami perubahan pada ototnya.
"Otot jantung itu sama kayak otot kita. Kalau dia kerja keras terus-terusan, lama-kelamaan ototnya akan tebal, akan hipertrofi, jantungnya membesar. Kemampuan memompa darahnya akhirnya juga ikut turun," kata dr. Vardian.
Kondisi ketika kemampuan jantung dalam memompa darah mengalami gangguan inilah yang dikenal sebagai gagal jantung atau heart failure. Namun, dr. Vardian mengingatkan bahwa gagal jantung berbeda dengan serangan jantung.
Menurut dr. Vardian, gejala gagal jantung dapat muncul secara bertahap dan kerap dianggap sebagai keluhan biasa.
Beberapa di antaranya adalah mudah lelah, cepat mengalami sesak saat melakukan aktivitas, membutuhkan lebih dari satu bantal saat tidur, terbangun pada malam hari karena sesak, hingga kaki yang semakin mudah mengalami pembengkakan.
"Gejalanya sering dianggap sepele, cepat ngos-ngosan, gampang capek, tidur harus pakai lebih dari satu bantal, terbangun malam hari karena sesak, ataupun kakinya mulai gampang bengkak," tutur dr. Vardian.
Baca Juga: Dokter: Tubuh Bukan Pinjol, Makan Gorengan Tak Bisa Dibayar dengan Olahraga