Presiden Prabowo Subianto diagendakan bakal resmikan sekolah rakyat pada hari ini Senin (12/1/2026), sekolah rakyat merupakan salah satu program pendidikan gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Peresmian akan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Berikut sederet fakta soal sekolah rakyat:
Memutus Mata Rantai Kemiskinan
Tujuan utama dari program sekolah rakyat adalah memberikan layanan pendidikan berkualitas tinggi bagi masyarakat kurang mampu, program ini juga diharapkan kelak menjadi pemutus rantai kemiskinan ekstrim.
Baca Juga: Gibran Buka Suara Terkait Sindiran Pandji Pragiwaksono
Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Terintegrasi dengan Program Lain
Program sekolah rakyat bukan program yang berdiri sendiri, pemerintah mengintegrasikan program ini dengan program-program lainnya seperti Pemberdayaan orang tua siswa melalui PPSE, Perbaikan rumah melalui program 3 juta rumah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaminan Kesehatan untuk orang tua dan siswa melalui PBI-JK, keluarga mendapatkan bansos lengkap seperti PKH dan Sembako, dan menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” jelas Gus Ipul.
Sudah Ada Ratusan Sekolah Rakyat
Program sekolah rakyat sudah mulai digenjot sejak awal 2025, hingga saat ini sudah sebanyak 166 sekolah rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, diantaranya: di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi. Dari jumlah tersebut, total penerima manfaat telah mencapai 15 ribu siswa.
Baca Juga: Demokrat Mendadak Dukung Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, Prabowo Sudah Lobi SBY?
Pemerintah terus menggenjot program ini dengan target bakal membangun 500 sekolah rakyat lagi yang bisa menyasar ribuan penerima manfaat lainnya.
Menyerap Ribuan Tenaga Kerja
Program Sekolah Rakyat punya efek domino yang langsung terlihat, program ini juga mampu menekan angka pengangguran, di tahap awal program ini telah menyerap ribuan tenaga kerja.
Sekolah Rakyat rintisan menyerap total 7.107 tenaga kerja terdiri dari 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan (Tendik).
Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang sudah dimulai sejak 2025 di 104 titik lokasi. Tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.
Mengusung Konsep Boarding School
Sekolah Rakyat mengusung konsep yang sangat unik yakni sekolah asrama alias boarding school. seluruh kebutuhan siswa dari seragam makan, asrama, peralatan sekolah, dan lainnya, 100 persen ditanggung oleh negara.
Format sekolah berasrama dipilih untuk membentuk karakter anak-anak menjadi lebih mandiri dan disiplin serta memiliki keterampilan, disamping memperoleh pendidikan akademik.