Iduladha menjadi momentum berbagi dan kebersamaan melalui penyembelihan serta konsumsi daging kurban. Namun, konsumsi daging secara berlebihan dan pengolahan yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Berdasarkan sejumlah sumber media dan pendapat tenaga medis, berikut beberapa penyakit yang perlu diwaspadai setelah Iduladha.

1. Kolesterol Tinggi (Hiperkolesterolemia)

Konsumsi daging merah, terutama yang diolah dengan santan atau tinggi lemak, berpotensi meningkatkan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida.

Baca Juga: Ide Seru Menyambut Idul Adha Bareng Keluarga di Rumah

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan, Mia Miranda, menyebut hiperkolesterolemia sebagai salah satu kondisi yang kerap muncul pasca Iduladha. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke apabila tidak dikendalikan.

2. Asam Urat Tinggi (Hiperurisemia)

Daging merah dan jeroan mengandung purin tinggi yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Hiperurisemia terjadi ketika kadar asam urat melebihi batas normal dan dapat menyebabkan nyeri serta pembengkakan pada sendi.

Sejumlah laporan media, termasuk pemberitaan kesehatan, menempatkan asam urat sebagai salah satu gangguan yang rentan muncul setelah konsumsi daging berlebih saat Iduladha.

Baca Juga: Idul Adha 1445 H, Jokowi Kurban Sapi Berbobot 1 Ton ke PP Muhammadiyah

3. Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga perlu diwaspadai, terutama akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan garam.

Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti penyakit jantung dan stroke, jika berlangsung dalam jangka panjang.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Hipertensi dan Cara Mengobatinya

4. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan, seperti dispepsia dan diare, cukup umum terjadi setelah perayaan hari besar. Dispepsia ditandai dengan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, seperti begah, mual, kembung, atau rasa cepat kenyang.

Sementara itu, diare dapat dipicu oleh konsumsi makanan yang tidak higienis, daging yang tidak matang sempurna, atau penyimpanan makanan yang kurang tepat.

5. Penyakit Zoonosis

Penyakit zoonosis, seperti antraks, juga menjadi perhatian menjelang dan setelah Iduladha. Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak dengan hewan atau produk hewani yang terinfeksi.

Risiko penularan dapat ditekan melalui pemeriksaan kesehatan hewan kurban serta pengolahan daging yang sesuai standar kebersihan.

Langkah Pencegahan

Untuk mengurangi risiko penyakit pasca Idul Adha, masyarakat dapat menerapkan sejumlah langkah berikut:

  • Mengonsumsi daging secukupnya dan menjaga pola makan seimbang.
  • Memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
  • Membatasi makanan bersantan dan tinggi lemak jenuh.
  • Tetap aktif berolahraga atau melakukan aktivitas fisik ringan.
  • Memastikan daging dimasak hingga matang sempurna.
  • Memilih hewan kurban yang telah melalui pemeriksaan kesehatan.

Perayaan Iduladha dapat tetap dinikmati dengan aman apabila masyarakat memperhatikan pola konsumsi dan kebersihan pangan. Kewaspadaan terhadap risiko kesehatan diperlukan agar manfaat perayaan tidak diikuti gangguan kesehatan pasca hari raya.