4. Zum Franziskaner, Swedia (1421)

Zum Franziskaner merupakan salah satu restoran tertua di Stockholm. Restoran ini berawal dari keberadaan para biarawan Jerman yang menetap di kota tersebut pada awal abad ke-15.

Meski telah beberapa kali berpindah lokasi, restoran ini tetap mempertahankan identitas sejarahnya melalui suasana bergaya abad pertengahan serta sajian khas Eropa yang kaya rasa.

Hingga sekarang, Zum Franziskaner masih menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Stockholm.

5. La Tour d'Argent, Prancis (1582)

Berdiri di tepi Sungai Seine, Paris, La Tour d'Argent dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Prancis.

Restoran ini terkenal dengan hidangan pressed duck atau bebek pres, yang setiap porsinya diberi nomor dan dicatat dalam arsip khusus.

Selama ratusan tahun, La Tour d'Argent telah menjadi tempat bersantap para bangsawan, diplomat, hingga penulis terkenal dari berbagai negara.

6. Zur letzten Instanz, Jerman (1621)

Sebagai restoran tertua di Berlin, Zur letzten Instanz berhasil bertahan melewati berbagai peristiwa penting dalam sejarah Jerman, termasuk perang dan kehancuran Kota Berlin saat Perang Dunia II.

Meski menghadapi berbagai tantangan, restoran ini tetap mempertahankan bangunan bersejarahnya sekaligus menyajikan hidangan tradisional Jerman, mulai dari sosis hingga berbagai olahan daging khas yang menjadi favorit pengunjung.

7. White Horse Tavern, Amerika Serikat (1673)

White Horse Tavern di Rhode Island merupakan salah satu restoran tertua di Amerika Serikat yang terus beroperasi tanpa henti selama lebih dari 350 tahun.

Bangunan ini awalnya difungsikan sebagai rumah sebelum berubah menjadi kedai bagi para pelancong dan pedagang.

Hingga kini, suasana kolonial dengan balok-balok kayu dan perapian klasik masih dipertahankan, sementara menunya menghadirkan perpaduan antara kuliner tradisional New England dan sentuhan modern.