Growthmates, di tengah menjamurnya restoran baru yang silih berganti mengikuti tren, ada sejumlah tempat makan yang berhasil bertahan melintasi zaman.
Selama ratusan hingga lebih dari seribu tahun, restoran-restoran ini tetap membuka pintunya bagi para pelanggan, melewati perang, pergantian kerajaan, krisis ekonomi, hingga perubahan selera kuliner dunia.
Bukan sekadar tempat menikmati makanan, restoran-restoran bersejarah ini menjadi saksi hidup perjalanan peradaban.
Resep diwariskan dari generasi ke generasi, sementara ruang makannya pernah menjadi tempat berkumpulnya raja, bangsawan, seniman, pedagang, hingga wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Dan, dikutip dari Times of India, Kamis (6/8/2026), berikut 7 restoran tertua di dunia yang hingga kini masih melayani pelanggan.
1. St. Peter Stiftskulinarium, Austria (803)
Terletak di kompleks Biara St. Peter di Salzburg, St. Peter Stiftskulinarium diyakini sebagai restoran tertua di dunia yang masih beroperasi. Keberadaannya telah tercatat sejak tahun 803, membuat usianya kini melampaui 1.200 tahun.
Selama berabad-abad, restoran ini dipercaya pernah menyambut tokoh-tokoh penting seperti Charlemagne dan, menurut tradisi setempat, komponis legendaris Wolfgang Amadeus Mozart.
Kini, pengunjung dapat menikmati hidangan khas Austria di dalam bangunan batu bergaya abad pertengahan yang dipadukan dengan pelayanan modern.
2. Botín, Spanyol (1725)
Berlokasi di Madrid, Botín memegang Rekor Dunia Guinness sebagai restoran tertua yang masih beroperasi dengan nama dan lokasi aslinya.
Restoran ini terkenal dengan menu andalannya, roast suckling pig atau babi guling muda panggang yang dimasak menggunakan oven berbahan bakar kayu yang diklaim telah digunakan sejak restoran pertama kali dibuka.
Botín juga memiliki nilai historis di dunia sastra karena disebut dalam novel The Sun Also Rises karya Ernest Hemingway.
3. Honke Owariya, Jepang (1465)
Awalnya merupakan toko manisan tradisional di Kyoto, Honke Owariya kemudian berkembang menjadi restoran soba legendaris yang telah bertahan lebih dari lima abad.
Restoran ini dikenal dengan mi soba buatan tangan dari gandum kuda (buckwheat) yang diproduksi menggunakan teknik turun-temurun.
Selama sejarah panjangnya, Honke Owariya bahkan pernah melayani keluarga Kekaisaran Jepang dan hingga kini tetap mempertahankan cita rasa khas kuliner Kyoto.
4. Zum Franziskaner, Swedia (1421)
Zum Franziskaner merupakan salah satu restoran tertua di Stockholm. Restoran ini berawal dari keberadaan para biarawan Jerman yang menetap di kota tersebut pada awal abad ke-15.
Meski telah beberapa kali berpindah lokasi, restoran ini tetap mempertahankan identitas sejarahnya melalui suasana bergaya abad pertengahan serta sajian khas Eropa yang kaya rasa.
Hingga sekarang, Zum Franziskaner masih menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Stockholm.
5. La Tour d'Argent, Prancis (1582)
Berdiri di tepi Sungai Seine, Paris, La Tour d'Argent dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Prancis.
Restoran ini terkenal dengan hidangan pressed duck atau bebek pres, yang setiap porsinya diberi nomor dan dicatat dalam arsip khusus.
Selama ratusan tahun, La Tour d'Argent telah menjadi tempat bersantap para bangsawan, diplomat, hingga penulis terkenal dari berbagai negara.
6. Zur letzten Instanz, Jerman (1621)
Sebagai restoran tertua di Berlin, Zur letzten Instanz berhasil bertahan melewati berbagai peristiwa penting dalam sejarah Jerman, termasuk perang dan kehancuran Kota Berlin saat Perang Dunia II.
Meski menghadapi berbagai tantangan, restoran ini tetap mempertahankan bangunan bersejarahnya sekaligus menyajikan hidangan tradisional Jerman, mulai dari sosis hingga berbagai olahan daging khas yang menjadi favorit pengunjung.
7. White Horse Tavern, Amerika Serikat (1673)
White Horse Tavern di Rhode Island merupakan salah satu restoran tertua di Amerika Serikat yang terus beroperasi tanpa henti selama lebih dari 350 tahun.
Bangunan ini awalnya difungsikan sebagai rumah sebelum berubah menjadi kedai bagi para pelancong dan pedagang.
Hingga kini, suasana kolonial dengan balok-balok kayu dan perapian klasik masih dipertahankan, sementara menunya menghadirkan perpaduan antara kuliner tradisional New England dan sentuhan modern.