Menghidupkan Kembali Strategi Steve Jobs

Penekanan Ternus terhadap iPhone juga mengingatkan pada pendekatan Steve Jobs sekitar 25 tahun lalu. Pada 2001, Jobs menempatkan Mac sebagai pusat dari strategi ‘hub digital’ Apple, ketika industri PC mulai menghadapi berbagai prediksi mengenai berakhirnya era komputer personal.

Dalam pidatonya di acara Macworld New York kala itu, Jobs menyinggung pandangan pesimistis sejumlah pengamat industri mengenai masa depan PC.

"Inilah yang dikatakan orang lain kepada kita. Bahwa PC kita sedang meredup, atau bahkan sedang digali liang kuburnya," kata Jobs saat itu. "Kami sama sekali tidak beranggapan bahwa PC sedang sekarat. Kami juga tidak merasa PC sedang bergeser dari posisi utamanya. Menurut kami, PC justru sedang berevolusi, sebagaimana yang telah terjadi sejak awal penemuannya."

Jobs bahkan menyebut PC sedang memasuki ‘era keemasan ketiganya’, didorong oleh semakin banyaknya perangkat digital seperti camcorder, kamera digital, dan pemutar DVD.

Dalam visi tersebut, Mac berperan sebagai pusat ‘hub digital’ yang menghubungkan berbagai perangkat sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem. Pada tahun yang sama, Jobs memperkenalkan iPod, perangkat yang kemudian berkembang menjadi salah satu produk paling sukses dalam sejarah Apple dan turut membuka jalan bagi lahirnya iPhone.

Kini, menjelang 20 tahun sejak iPhone pertama diperkenalkan, Ternus menghadapi pertanyaan yang memiliki kemiripan dengan tantangan Jobs pada 2001: bagaimana Apple mempertahankan posisi produk utamanya ketika teknologi memasuki era baru.

Belum diketahui apakah Ternus tengah menyiapkan produk baru yang nantinya memiliki dampak sebesar iPod. Namun, dari pidato pertamanya sebagai CEO, ia memberikan sinyal yang cukup jelas bahwa Apple tidak melihat iPhone sebagai teknologi yang harus segera ditinggalkan.

Sebaliknya, iPhone justru diposisikan sebagai fondasi untuk membawa Apple memasuki era AI.

"Jika Anda merancang versi ideal dari pusat ekosistem ini dari nol, bagaimana Anda akan melakukannya?" kata Ternus sebelum menjelaskan sejumlah elemen penting, mulai dari prosesor yang tangguh, kamera beresolusi tinggi, konektivitas yang selalu aktif hingga kemampuan AI yang berjalan langsung di perangkat.

Bagi Apple, kombinasi antara performa, portabilitas, kamera, konektivitas, dan integrasi ekosistem membuat iPhone memiliki posisi yang sulit digantikan. Perangkat ini juga menjadi salah satu produk komputasi yang paling sering dibawa pengguna dalam keseharian, bahkan ketika mereka meninggalkan laptop atau iPad di rumah.

Karena itu, alih-alih mengesampingkan iPhone demi mengejar perangkat AI baru, Ternus justru memperkuat peran perangkat tersebut. Strategi ini menempatkan iPhone bukan sekadar sebagai smartphone, tetapi sebagai pusat dari pengalaman AI dan ekosistem Apple di masa mendatang.

Baca Juga: Android vs Apple: HP Mana yang Paling Banyak Terjual di Digiplus?