Persaingan merek smartphone di pasar Indonesia semakin ketat. Di tengah banyaknya pilihan yang tersedia, Digiplus mengungkap pola penjualan di jaringan tokonya: perangkat Android menjadi penyumbang terbesar dari sisi jumlah unit, sementara produk Apple menjadi salah satu kontributor utama jika dilihat dari nilai transaksi.

Head of Operations Digiplus Erwin Renehan mengatakan kategori smartphone masih menjadi salah satu penopang utama penjualan di jaringan ritel multibrand tersebut.

“Yang paling tinggi kuantiti base ada di Android. Kalau value base ada di iPhone,” ujar Erwin saat ditemui seusai pembukaan Digiplus Terogong, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Digiplus Buka Gerai ke-100, Usung Konsep Free Standing Store Pertama di Indonesia

Artinya, Android lebih banyak terjual jika dihitung berdasarkan jumlah perangkat. Namun, ketika ukuran yang digunakan adalah nilai transaksi, perangkat iPhone memberikan kontribusi yang lebih besar.

Kondisi tersebut tidak terlalu mengejutkan, mengingat Digiplus menyasar pasar multibrand dengan rentang harga yang cukup lebar. Perusahaan yang berada di bawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) itu menyediakan perangkat mulai dari kisaran Rp3 jutaan hingga sekitar Rp40 jutaan.

Untuk merek yang menjadi kontributor terbesar, Erwin menyebut tiga nama yang saat ini berada di posisi teratas, yakni Apple, Samsung, serta Xiaomi dan OPPO.

Baca Juga: Digiplus Targetkan Buka 150 Gerai hingga Akhir 2026, Mulai Geser dari Mal ke Street Level

“Selama ini masih tiga besarnya lah kira-kira. Tiga besarnya masih di Apple, Samsung, dan tiga-empatnya Xiaomi sama OPPO,” kata Erwin.

Meski memiliki sejumlah merek utama, komposisi produk di setiap gerai Digiplus tidak dibuat seragam. Perusahaan menyesuaikannya dengan karakteristik pasar di masing-masing lokasi.

Menurut Erwin, pemilihan merek dan jumlah produk yang ditampilkan turut mempertimbangkan tren pasar, respons konsumen, hingga kontribusi masing-masing brand terhadap penjualan.

“Tim produk kita juga pasti menganalisa dan menyesuaikan dengan market trend, market reaction,” ujarnya.

Strategi tersebut juga membuat tidak semua merek yang pernah tersedia di Digiplus akan terus dipertahankan. Jika kontribusi sebuah brand tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar atau kapasitas ruang gerai, komposisinya dapat dievaluasi kembali.

Baca Juga: Harga HP Naik hingga 50%, Begini Cara Digiplus Menjaga Konsumen Tetap Belanja

Pasalnya, terlalu banyak merek dalam satu toko juga dinilai dapat membuat pengalaman konsumen menjadi kurang optimal.

“Bayangkan kalau satu toko ini penuh dengan 12 brand, kita akan kecil-kecil secepatnya dan experience-nya akan tidak maksimal kepada konsumen,” kata Erwin.

Saat ini, Digiplus membawa sekitar enam brand perangkat utama dalam portofolionya. Selain Apple dan Samsung, sejumlah merek yang disebut hadir di jaringan tersebut, antara lain Xiaomi, OPPO, Motorola, Huawei, dan Amazfit.

Di tengah kenaikan harga smartphone yang disebut telah mencapai 30% hingga 50% pada sejumlah merek, pola penjualan berdasarkan kuantitas dan nilai tersebut menjadi penting bagi strategi Digiplus.

Perusahaan pun menyediakan beragam pilihan perangkat dan skema pembayaran untuk menyesuaikan kemampuan konsumen, mulai dari cashback bank, cicilan melalui lembaga pembiayaan non-bank, buy now pay later (BNPL), hingga program trade-in.

Dengan pola penjualan tersebut, pasar smartphone di Digiplus menunjukkan dua wajah sekaligus. Android masih menjadi pilihan utama jika dilihat dari jumlah perangkat yang terjual, sedangkan iPhone menjadi salah satu mesin utama dari sisi nilai transaksi.