CEO baru Apple, John Ternus, menegaskan bahwa iPhone masih menjadi perangkat utama perusahaan untuk menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam pidato utamanya pada pembukaan acara ‘Surprise and Shine’ di Cupertino, Rabu lalu, Ternus menempatkan iPhone sebagai pusat strategi produk Apple di era AI.
Ternus menyampaikan pandangan tersebut saat secara resmi mengambil alih posisi CEO Apple dari Tim Cook, yang kini menjabat sebagai executive chairman. Alih-alih mengarahkan perusahaan untuk membuat perangkat keras baru yang secara khusus ditujukan untuk AI, Ternus justru ingin memanfaatkan iPhone sebagai sarana utama konsumen berinteraksi dengan teknologi tersebut.
Menurut Ternus, perangkat AI yang ideal seharusnya berfungsi sebagai ‘pusat kendali pribadi yang cerdas’ (intelligent personal hub). Perangkat semacam itu harus mampu memahami konteks pribadi penggunanya secara luas, selalu tersedia untuk mendampingi aktivitas sehari-hari, serta memiliki prosesor yang cukup kuat untuk menjalankan model AI langsung di perangkat (on-device).
Di saat yang sama, perangkat tersebut tetap membutuhkan koneksi internet untuk mengakses model AI yang berjalan di cloud. Ternus juga menyebut sejumlah elemen lain yang dibutuhkan, seperti layar berukuran besar, kamera dan mikrofon berkualitas tinggi agar perangkat dapat melihat serta mendengar lingkungan di sekitarnya, serta daya tahan baterai yang panjang.
Kemudahan penggunaan juga menjadi bagian penting.
"Anda tentu menginginkan perangkat yang sangat mudah digunakan tanpa perlu proses belajar yang rumit. Terakhir, Anda pasti ingin perangkat itu bekerja secara mulus dengan perangkat, aplikasi, dan layanan Anda lainnya, sehingga menciptakan pengalaman yang terintegrasi," papar Ternus, dikutip dari Tech Crunch, Jumat (11/9/2026).
Dari karakteristik tersebut, Ternus menilai, iPhone telah memiliki hampir seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi pusat kendali pribadi berbasis AI.
"Dengan kata lain, Anda akan mendapatkan sesuatu yang terasa sangat familier, karena tidak ada produk lain di dunia yang dirancang lebih baik untuk menjadi pusat kendali pribadi cerdas Anda selain iPhone," kata Ternus.
Privasi Jadi Pembeda Apple
Selain kemampuan perangkat keras dan integrasi ekosistem, Ternus juga menekankan privasi sebagai salah satu pembeda utama pendekatan Apple terhadap AI. Ia menyindir pendekatan sejumlah perusahaan teknologi yang menurutnya melihat data pribadi pengguna sebagai sesuatu yang dapat dikumpulkan dan disimpan.
"Pihak lain memandang data [pribadi pengguna] sebagai sesuatu untuk dikumpulkan dan disimpan," ujar Ternus.
Bagi Apple, kepercayaan pengguna menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi AI. Karena itu, perusahaan berupaya menjalankan pemrosesan AI secara langsung di perangkat selama memungkinkan melalui Apple Intelligence.
"Sejujurnya, kepercayaan memiliki batasnya sendiri ketika Anda tidak lagi memegang kendali atas data Anda; itulah sebabnya Apple Intelligence dijalankan langsung di perangkat sebisa mungkin," pungkas Ternus.
Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana Apple ingin memosisikan diri dalam persaingan AI. Perusahaan tidak hanya mengandalkan kemampuan model AI, tetapi juga menggabungkannya dengan perangkat yang sudah digunakan secara luas dan ekosistem yang telah terintegrasi.
Baca Juga: John Ternus Gantikan Tim Cook, Bagaimana Nasib Saham Apple?
Menghidupkan Kembali Strategi Steve Jobs
Penekanan Ternus terhadap iPhone juga mengingatkan pada pendekatan Steve Jobs sekitar 25 tahun lalu. Pada 2001, Jobs menempatkan Mac sebagai pusat dari strategi ‘hub digital’ Apple, ketika industri PC mulai menghadapi berbagai prediksi mengenai berakhirnya era komputer personal.
Dalam pidatonya di acara Macworld New York kala itu, Jobs menyinggung pandangan pesimistis sejumlah pengamat industri mengenai masa depan PC.
"Inilah yang dikatakan orang lain kepada kita. Bahwa PC kita sedang meredup, atau bahkan sedang digali liang kuburnya," kata Jobs saat itu. "Kami sama sekali tidak beranggapan bahwa PC sedang sekarat. Kami juga tidak merasa PC sedang bergeser dari posisi utamanya. Menurut kami, PC justru sedang berevolusi, sebagaimana yang telah terjadi sejak awal penemuannya."
Jobs bahkan menyebut PC sedang memasuki ‘era keemasan ketiganya’, didorong oleh semakin banyaknya perangkat digital seperti camcorder, kamera digital, dan pemutar DVD.
Dalam visi tersebut, Mac berperan sebagai pusat ‘hub digital’ yang menghubungkan berbagai perangkat sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem. Pada tahun yang sama, Jobs memperkenalkan iPod, perangkat yang kemudian berkembang menjadi salah satu produk paling sukses dalam sejarah Apple dan turut membuka jalan bagi lahirnya iPhone.
Kini, menjelang 20 tahun sejak iPhone pertama diperkenalkan, Ternus menghadapi pertanyaan yang memiliki kemiripan dengan tantangan Jobs pada 2001: bagaimana Apple mempertahankan posisi produk utamanya ketika teknologi memasuki era baru.
Belum diketahui apakah Ternus tengah menyiapkan produk baru yang nantinya memiliki dampak sebesar iPod. Namun, dari pidato pertamanya sebagai CEO, ia memberikan sinyal yang cukup jelas bahwa Apple tidak melihat iPhone sebagai teknologi yang harus segera ditinggalkan.
Sebaliknya, iPhone justru diposisikan sebagai fondasi untuk membawa Apple memasuki era AI.
"Jika Anda merancang versi ideal dari pusat ekosistem ini dari nol, bagaimana Anda akan melakukannya?" kata Ternus sebelum menjelaskan sejumlah elemen penting, mulai dari prosesor yang tangguh, kamera beresolusi tinggi, konektivitas yang selalu aktif hingga kemampuan AI yang berjalan langsung di perangkat.
Bagi Apple, kombinasi antara performa, portabilitas, kamera, konektivitas, dan integrasi ekosistem membuat iPhone memiliki posisi yang sulit digantikan. Perangkat ini juga menjadi salah satu produk komputasi yang paling sering dibawa pengguna dalam keseharian, bahkan ketika mereka meninggalkan laptop atau iPad di rumah.
Karena itu, alih-alih mengesampingkan iPhone demi mengejar perangkat AI baru, Ternus justru memperkuat peran perangkat tersebut. Strategi ini menempatkan iPhone bukan sekadar sebagai smartphone, tetapi sebagai pusat dari pengalaman AI dan ekosistem Apple di masa mendatang.
Baca Juga: Android vs Apple: HP Mana yang Paling Banyak Terjual di Digiplus?