Lebih lanjut MDF katakan,  periode panas hingga November harus menjadi perhatian serius seluruh kepala daerah di Papua. Jika langkah pencegahan tidak segera dilakukan, kebakaran yang awalnya terjadi di satu wilayah berpotensi berkembang menjadi persoalan lintas kabupaten dan kota.

Karena itu, pemerintah saat ini mulai memetakan potensi dan sumber-sumber yang dapat menjadi pemicu kebakaran, termasuk aktivitas pembukaan lahan.

“Kita mengambil langkah cepat dan berkolaborasi. Jangan sampai kita tergadai dengan kejadian-kejadian di kabupaten dan kota yang sama. Kalau muncul, kita harus sama-sama menanganinya,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha, ikut bertanggung jawab mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Bagi  Gubernur Fakhiri, pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu kebakaran terjadi dan baru mengerahkan seluruh kekuatan untuk memadamkannya.

“Sebagai kepala daerah, gubernur dan semua pihak, tidak boleh lagi ada pembakaran lahan,” pungkasnya.