Ketua Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan buka suara terkait aksi Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang menyebut masa jabatan Presiden Prabowo Subianto akan berakhir sebelum Pemilu 2029.

Baca Juga: Cegah Karhutla Meluas, Gubernur Papua Minta Kepala Daerah Siaga!

Terkait itu, ia mengaku jika Presiden Jokowi sama sekali tidak senang dengan ucapan Budi Arie tersebut. Menurutnya, publik harus melihat dengan jeli gestur Jokowi.

"Pak Jokowi diam, menunduk. Apakah Pak Jokowi senang dengan perkataan itu? Tidak senang," cetusnya seperti dikutip, Senin (31/8/2026).

Lanjutnya, ia juga menyebut jika Jokowi justru memberikan arahan yang bertolak belakang dengan pernyataan Budi Arie tersebut. 

"Pak Jokowi berbicara kepada kita semua. Tidak menyinggung hal itu. Malah mengatakan kita harus mendukung Prabowo-Gibran sampai selesai masa tugasnya," tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga meminta publik untuk tidak menggoreng isu tersebut. Ia menjamin jka Jokowi sangat menghormati Presiden Prabowo.

Baca Juga: Niatnya Mau Kasih Nasehat Bijaksana, Jokowi Malah Kena Skakmat: Munafik Kamu Pak!

"Intinya saya katakan Pak Jokowi mendukung Prabowo-Gibran sampai selesai masa tugasnya. Tidak boleh di-framing-framing lagi dan dikatakan ada pecah kongsi," tukasnya.

Budi Arie Minta Maaf

Usai viral dengan pernyataannya, Budi Arie kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan video di akun Instagram @budiariesetiadi pada Rabu (26/8).

Ia mengaku pernyataan yang disampaikannya merupakan pandangan pribadi.

"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," katanya.

Lebih lanjut, ia mengaku pernyataan tersebut tidak melibatkan pihak lain. Bahkan tidak berkaitan dengan Presiden Jokowi.

"Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo," ujarnya.

"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisis dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia," tambahnya.