Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki jumlah pekerja yang mencapai puluhan ribu orang. Besarnya jumlah karyawan tersebut tidak terlepas dari skala bisnis serta luasnya operasional perusahaan yang melayani kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Berdasarkan data Fortune Indonesia 100 2026 yang dihimpun dari kinerja perusahaan sepanjang tahun fiskal 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi BUMN dengan jumlah karyawan terbanyak. Jumlah pekerja BRI tercatat mencapai 82.192 orang.
Posisi berikutnya ditempati PT PLN (Persero) dengan 49.979 karyawan. Kemudian ada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan 38.751 karyawan, PT Pertamina (Persero) sebanyak 35.295 karyawan, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dengan 31.153 karyawan.
Berikut lima BUMN dengan jumlah karyawan terbanyak:
1. BRI
BRI menjadi perusahaan pelat merah dengan jumlah karyawan paling besar dalam daftar tersebut, yakni 82.192 orang.
Jumlah tenaga kerja yang besar sejalan dengan luasnya kegiatan bisnis BRI, terutama dalam melayani segmen mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BRI memiliki jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, baik melalui kantor cabang maupun layanan perbankan yang menjangkau masyarakat hingga daerah.
Selain layanan perbankan, BRI juga memiliki AgenBRILink yang membantu memperluas akses masyarakat terhadap berbagai transaksi keuangan. Luasnya jaringan dan besarnya jumlah nasabah membuat kebutuhan tenaga kerja BRI cukup tinggi.
2. PLN
Di urutan kedua terdapat PLN dengan 49.979 karyawan.
Sebagai perusahaan yang menjalankan penyediaan tenaga listrik, PLN memiliki kegiatan operasional yang luas. Pekerjanya terlibat dalam berbagai bidang, mulai dari pembangkitan dan transmisi hingga distribusi listrik serta pelayanan kepada pelanggan.
Besarnya wilayah layanan juga membuat PLN membutuhkan tenaga kerja yang dapat menangani operasional dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga: Transformasi Pengelolaan BUMN Dinilai Dongkrak Nilai Aset Negara
3. Bank Mandiri
Bank Mandiri menempati posisi ketiga dengan jumlah karyawan sebanyak 38.751 orang.
Jumlah tersebut didukung oleh skala bisnis Bank Mandiri yang mencakup berbagai layanan perbankan, baik untuk nasabah korporasi maupun ritel. Aktivitas perusahaan juga ditopang oleh jaringan kantor dan berbagai layanan digital yang digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Kebutuhan tenaga kerja tidak hanya berasal dari pelayanan nasabah, tetapi juga dari berbagai fungsi operasional, teknologi, hingga pengelolaan bisnis dan keuangan.
4. Pertamina
Selanjutnya ada Pertamina dengan 35.295 karyawan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi, Pertamina memiliki kegiatan bisnis yang cukup kompleks. Operasionalnya mencakup berbagai aktivitas dalam rantai bisnis energi, mulai dari kegiatan hulu hingga pengolahan dan distribusi produk energi.
Beragamnya kegiatan tersebut membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian yang berbeda, termasuk tenaga teknis, operasional, hingga pekerja yang menangani distribusi dan pelayanan energi kepada masyarakat.
Baca Juga: Transformasi BUMN Mulai Tunjukkan Hasil Positif
5. KAI
Sementara itu, KAI berada di posisi kelima dengan jumlah karyawan mencapai 31.153 orang.
Besarnya jumlah pekerja KAI tidak terlepas dari aktivitas operasional kereta api yang berlangsung setiap hari. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk berbagai fungsi, mulai dari masinis, petugas pengatur perjalanan kereta api, teknisi, petugas stasiun, hingga pekerja yang menangani pelayanan penumpang.
Operasional kereta api juga membutuhkan sistem pemeliharaan sarana dan prasarana secara rutin. Karena itu, tenaga kerja menjadi bagian penting dalam menjaga perjalanan kereta tetap aman dan berjalan sesuai jadwal.
Dari kelima perusahaan tersebut, terlihat bahwa kebutuhan tenaga kerja dalam BUMN sangat dipengaruhi oleh skala dan karakter bisnis masing-masing. Perusahaan yang memiliki jaringan layanan luas serta menjalankan operasional secara langsung di berbagai wilayah cenderung membutuhkan jumlah pekerja yang lebih besar.