Untuk membantu mereka kembali memasuki dunia kerja, Canva menyediakan langganan LinkedIn Premium selama satu tahun. Perusahaan juga menawarkan pendampingan karier, mulai dari pelatihan personal, persiapan wawancara kerja, hingga bantuan memperbaiki dan meninjau resume.

Bahkan, sebagian besar tim Akuisisi Bakat atau Talent Acquisition Canva akan dialihkan untuk membantu karyawan yang terdampak. Mereka bertugas mendukung persiapan wawancara sekaligus menghubungkan para karyawan dengan peluang pekerjaan yang potensial.

Menariknya, Canva juga menyiapkan dukungan bagi karyawan yang ingin mengambil jalan berbeda dengan membangun bisnis sendiri. Melalui program bernama Canva Collective Fund, perusahaan menawarkan hibah sebesar US$10.000 bagi mereka yang ingin merintis usaha atau mengembangkan proyek yang memberikan manfaat bagi komunitas.

Canva menegaskan tidak akan meminta kepemilikan saham maupun ekuitas dari usaha yang dibangun menggunakan dana hibah tersebut. Artinya, karyawan penerima bantuan tetap memiliki kendali penuh atas bisnis yang mereka rintis.

Di balik kebijakan kompensasi tersebut, restrukturisasi Canva tidak terlepas dari perubahan besar dalam industri teknologi. Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah lanskap industri perangkat lunak kreatif dan mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnisnya.

Melanie Perkins menjelaskan bahwa Canva perlu menyederhanakan struktur organisasi, memperkuat hubungan antartim, serta kembali membangun kelompok kerja yang lebih kecil dengan kewenangan lebih besar.

Keputusan PHK tentu tetap menjadi kabar berat bagi ribuan karyawan yang terdampak. Kehilangan pekerjaan bukan hanya berarti hilangnya penghasilan tetap, tetapi juga menghadirkan ketidakpastian mengenai masa depan dan tanggung jawab finansial masing-masing individu.

Namun, kebijakan Canva menunjukkan bahwa restrukturisasi perusahaan tidak harus mengabaikan aspek kemanusiaan. Dukungan berupa kompensasi, perlindungan kesehatan, perangkat kerja, pendampingan karier, hingga modal untuk merintis usaha menjadi bentuk perhatian terhadap karyawan yang harus memulai babak baru dalam kehidupan profesional mereka.

Baca Juga: Bantah PHK Karyawan, Tokopedia Justru Lagi Buka Lowongan