Pemutuan hubungan kerja (PHK) masih menjadi salah satu persoalan yang mencemaskan pekerja, terutama di tengah ketidakpastian industri teknologi. Namun, langkah sebuah perusahaan dalam memperlakukan karyawan yang terdampak PHK dapat memberikan perbedaan besar.
Hal ini terlihat dari kebijakan Canva yang menawarkan paket kompensasi dan dukungan karier bagi 1.271 karyawan yang terdampak restrukturisasi perusahaan.
Platform desain digital asal Australia tersebut menuai perhatian setelah mengumumkan kebijakan kompensasi yang dinilai cukup manusiawi. Tidak hanya memberikan gaji selama minimal enam bulan, Canva juga mengizinkan karyawan yang meninggalkan perusahaan untuk tetap memiliki MacBook pemberian perusahaan.
Berdasarkan pengumuman resmi di ruang berita Canva pada 4 November 2026, restrukturisasi tersebut akan berdampak pada sekitar 22 persen tenaga kerja perusahaan. Meski demikian, Canva menjelaskan bahwa tidak seluruh karyawan yang terdampak akan kehilangan pekerjaan. Sebagian akan mengalami perubahan posisi, sementara lainnya mungkin diminta berpindah ke pusat operasional utama perusahaan.
Salah satu pendiri sekaligus CEO Canva, Melanie Perkins, menyebut, keputusan tersebut sebagai momen tersulit dalam perjalanan perusahaan selama 13 tahun terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Melanie mengakui bahwa keputusan tersebut membawa konsekuensi besar bagi para karyawan, termasuk keluarga, teman, dan rekan kerja mereka. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang telah berkontribusi membangun Canva hingga berkembang seperti sekarang.
"Ini tidak diragukan lagi merupakan momen tersulit dalam sejarah tiga belas tahun kami. Di balik setiap keputusan, terdapat seseorang yang sangat kami pedulikan, dan saya sadar bahwa konsekuensinya akan sangat nyata bagi mereka yang terdampak langsung, beserta keluarga, teman, dan rekan kerja mereka," demikian pernyataan Melanie, dikutip dari Times of India, Jumat (6/11/2026).
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Canva adalah pembayaran gaji selama minimal enam bulan bagi karyawan yang harus meninggalkan perusahaan. Kompensasi tersebut diberikan tanpa memandang lokasi karyawan dan tetap mencakup hak-hak yang diwajibkan berdasarkan ketentuan hukum setempat.
Selain kompensasi finansial, Canva juga memperbolehkan karyawan membawa pulang MacBook yang sebelumnya digunakan selama bekerja. Kebijakan ini menjadi perhatian karena perangkat tersebut dapat membantu mereka melanjutkan pekerjaan, mencari peluang baru, atau bahkan memulai usaha secara mandiri setelah tidak lagi bekerja di Canva.
Perusahaan juga memberikan kelonggaran terkait kepemilikan saham karyawan. Mereka yang baru bergabung dalam satu tahun terakhir tidak akan dikenakan ketentuan masa tunggu atau vesting cliff selama satu tahun seperti biasanya. Dengan demikian, mereka tetap dapat memperoleh hak kepemilikan saham yang dalam kondisi normal belum sepenuhnya menjadi hak mereka.
Dukungan Canva tidak berhenti pada kompensasi dan fasilitas kerja. Perusahaan turut memberikan perlindungan kesehatan selama 12 bulan di negara-negara tempat manfaat tersebut tersedia. Karyawan yang terdampak beserta anggota keluarganya juga tetap dapat mengakses layanan Canva Care.
Baca Juga: 5 Provinsi Korban PHK Terbanyak di Indonesia