Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bakal turun gunung memperkenalkan identitas politik baru setelah didepak PDI-Perjuangan pada 2024 lalu.

Jokowi yang vakum dan menjadi rakyat biasa dalam satu dua tahun belakangan ini bakal kembali menghentak panggung politik Tanah Air sebagai salah satu petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) partai politik yang dipimpin anaknya sendiri Kaesang Pangarep.

Baca Juga: Deretan Tokoh Nasional yang Lahir pada Bulan Juni, dari Soekarno hingga Jokowi

Hal ini telah dikonfirmasi Wakil Ketua Pembina DPP PSI, Grace Natalie. Dia mengatakan Jokowi bakal menjadi Dewan Pembina PSI setelah bertahun-tahun lamanya menjadi loyalis PSI tanpa status yang jelas.

“Setelah struktur partai siap, Bapak Dewan Pembina dapat secara formal menjalankan perannya dan menyapa masyarakat di berbagai wilayah,”kata Grace dilansir Minggu (14/6/2026).

Jokowi bakal blusukan ke sejumlah wilayah di Indonesia bersama PSI dalam waktu dekat ini. Wilayah pertama yang bakal disasar Jokowi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun sebelum agenda blusukan itu benar-benar direalisasikan, PSI melakukan sejumlah persiapan penting.

“PSI secara nasional meminta seluruh DPW melengkapi struktur sampai tingkat desa dan kelurahan. Proses ini tidak hanya berlangsung di NTT, tetapi juga serentak di berbagai wilayah karena tahun depan kita memasuki tahapan verifikasi,” ujarnya.

Grace menilai kesiapan PSI NTT sudah cukup baik. Namun, dia meminta sejumlah penyempurnaan dilakukan agar seluruh perangkat organisasi benar-benar siap ketika Jokowi mulai menjalankan agenda konsolidasi nasional.

Menurut dia, kesiapan struktur yang matang akan membuat roda organisasi partai dapat bergerak lebih cepat dan efektif.

Baca Juga: PDI-P Minta Jokowi Pamer Ijazah Saat Blusukan

"Persiapan teman-teman di NTT sudah sangat baik. Tinggal beberapa penyempurnaan agar semuanya siap ketika Bapak Dewan Pembina mulai menjalankan tugasnya," katanya.