Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan industri kelapa sawit melalui keikutsertaannya dalam Borneo Forum ke-9 Tahun 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Mengusung tema “Resilience, Innovation, and Transformation: Empowering the Palm Oil Industry Beyond Sustainability”, Borneo Forum 2026 menjadi ruang strategis untuk membahas penguatan industri kelapa sawit agar semakin tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: BPDP dan Ditjenbun Dukung DGL Bekali 90 Pekebun Bengkulu Selatan dengan Praktik Budidaya Sawit

Dalam kegiatan tersebut, BPDP menghadirkan booth informasi yang menjadi ruang interaksi bagi peserta untuk mengenal lebih jauh peran serta berbagai program BPDP, khususnya program untuk perkebunan rakyat dan sarana prasarana.

Selain memperoleh informasi, peserta juga dapat berdiskusi secara langsung serta menyampaikan masukan terkait berbagai kebutuhan dan tantangan dalam pengembangan industri kelapa sawit.

Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP, Lupi Hartono, mengatakan komunikasi dengan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan industri sawit.

Baca Juga: BPDP Hadir di Surabaya Great Expo, Tampilkan Program Unggulan dan Dukung Promosi UMKM Perkebunan

“Kami ingin memastikan komunikasi dengan para pemangku kepentingan terus terbangun. Forum seperti Borneo Forum menjadi ruang penting untuk menyampaikan informasi sekaligus mendengar langsung masukan dan kebutuhan dari pelaku industri maupun pekebun,” ujar Lupi.

Menurutnya, interaksi langsung dengan pelaku industri dan pekebun dapat membantu memastikan berbagai program yang dijalankan BPDP tetap relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menilai masukan dari para pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan industri kelapa sawit.

Baca Juga: AKPY Bersama BPDP dan Ditjenbun Dorong 298 Pekebun di Kabupaten Paser Tingkatkan Produktivitas Sawit

“Masukan dari para pemangku kepentingan sangat penting bagi kami. Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang baik, berbagai tantangan di lapangan dapat diidentifikasi bersama dan dicarikan solusi yang lebih tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Pangihutan.

Kehadiran BPDP dalam Borneo Forum 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, pekebun, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya industri kelapa sawit yang semakin produktif dan berdaya saing, sekaligus mampu menjawab tuntutan terhadap keberlanjutan.