Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai turut merespons santai terkait isu reshuffle Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dirinya menegaskan jika tidak takut apabila sewaktu-waktu dicopot dari jabatannya. Baginya, pergantian menteri merupakan prerogatif Presiden Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Lantik Dato Sri Tahir Jadi Wantimpres RI
"Tidak ada (takut). Kalau saya takut, untuk apa saya ke Bali? Mending tunggu, lihat-lihat hand phone di Jakarta saja. Nunggu kan biasa saja," ujarnya, Jumat (2/10) pekan lalu.
Lanjutnya, ia mengatakan penilaian terhadap kinerja menteri sepenuhnya menjadi kewenangan Kepala Negara.
Baca Juga: Hidung Budi Arie Kena Tunjuk Pigai: Ingat Kau Pernah Dijauhi Semua Menteri!
"Pigai terkenal karena kerja. Mana ada kalau orang terkenal kalau tanpa kerja, diam-diam. Yang menilai itu presiden. Presiden yang menilai. Presiden yang memiliki kapasitas, otoritas, prerogatif untuk menilai KPI (key performance index), menteri dinilai oleh presiden," terangnya.
Selain itu, ia menilai evaluasi terhadap menteri didasarkan pada datan dan kinerja. "Pak Prabowo itu intelektual. Intelektual itu menilai berbasis kepada data. Oleh karena itulah penilaian-penilaian itu kepada presiden, bukan oleh survei, bukan oleh wartawan," tambahnya.
Sambungnya, ia mengaku tidak memikirkan kemungkinan dirinya diganti dalam perombakan kabine.
"Saya kemarin datang ke sini saya tidak pernah mikir posisi saya akan berubah atau tidak, saya kerja saja. Karena saya tahu presiden yang menilai," tukasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran menteri hingga kepala badan dalam Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026) dan Jumat (2/10/2026).