Sebanyak 142 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat kesempatan melihat langsung pengelolaan perkebunan sawit di PT Bimas Raya Sawitindo (BRS), Rabu (12/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 melalui Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit. Program ini digelar melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian RI, dan PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute).
Lewat kunjungan ini, para pekebun tidak hanya menerima materi di ruang pelatihan. Mereka juga diajak melihat langsung bagaimana pengelolaan kebun dilakukan di lapangan, sekaligus berdiskusi dengan pihak perusahaan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan budidaya kelapa sawit.
Perwakilan PT Bimas Raya Sawitindo, Muhtadin AZ, mengatakan para pekebun sebenarnya sudah memiliki pengalaman dalam mengelola kebun masing-masing. Karena itu, kunjungan lapangan menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan melihat cara lain dalam mengelola perkebunan.
Baca Juga: BPDP Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan di Borneo Forum 2026
“Para pekebun tentu sudah memiliki pengalaman dalam mengelola kebunnya masing-masing. Melalui kunjungan ini, kami berharap ada hal-hal baru yang bisa dilihat, dipelajari, dan menjadi bahan untuk diterapkan sesuai kondisi kebun masing-masing,” ujarnya.
Menurut Muhtadin, pengelolaan kebun yang baik tidak bisa hanya mengandalkan satu hal. Perawatan tanaman, pemupukan, pengendalian gulma, hingga keteraturan dalam mengelola kebun perlu dilakukan secara konsisten agar kondisi tanaman tetap terjaga dan produktivitas bisa optimal.
Hal senada disampaikan Manager Training DGL Learning Institute, Sri Widiahayati. Ia meminta para peserta tidak sekadar melihat kondisi perkebunan selama kunjungan, tetapi juga aktif menggali informasi dari praktik yang mereka temui.
“Kami berharap Bapak dan Ibu peserta dapat mengikuti kunjungan ini dengan baik dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya. Tidak hanya melihat, tetapi juga bisa mengamati, bertanya, dan berdiskusi mengenai hal-hal yang mungkin bisa diterapkan di kebun masing-masing,” kata Sri.
Baca Juga: BPDP dan Ditjenbun Dukung DGL Bekali 90 Pekebun Bengkulu Selatan dengan Praktik Budidaya Sawit
Ia menilai pengalaman melihat langsung praktik di lapangan dapat menjadi pelengkap dari materi yang sebelumnya diterima peserta selama mengikuti pelatihan.
“Semoga apa yang didapat hari ini bisa menjadi tambahan pengetahuan dan memberikan manfaat untuk meningkatkan pengelolaan serta produktivitas kebun,” lanjutnya.
Selama berada di lokasi, para pekebun juga berdiskusi dengan pihak PT Bimas Raya Sawitindo mengenai persoalan yang mereka temui dalam mengelola kebun. Dari diskusi tersebut, peserta bisa membandingkan pengalaman mereka sehari-hari dengan praktik yang diterapkan di perkebunan perusahaan.
Bagi para pekebun, pembelajaran seperti ini memberi gambaran yang lebih nyata mengenai penerapan teknik budidaya. Hal-hal yang dinilai sesuai kemudian bisa dipertimbangkan untuk diterapkan di kebun masing-masing, tentunya dengan menyesuaikan kondisi lahan dan tanaman.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan mengenai budidaya sawit akan lebih mudah dipahami ketika pekebun bisa melihat langsung penerapannya dan berdiskusi dengan pelaku yang menjalankannya di lapangan.
Program yang melibatkan BPDP, Dirjenbun, dan DGL Learning Institute ini pun menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas pekebun sawit rakyat.
Dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman dari lapangan, para peserta diharapkan bisa melakukan perbaikan dalam pengelolaan kebun dan mendorong peningkatan produktivitas sawit di Bengkulu Tengah.